PPLN Tokyo Ditunda, Bawaslu Minta Perbaiki Ketidaksesuaian Data Jumlah Pemilih dengan Surat Suara

Ketua Bawaslu Abhan, meminta Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Tokyo memperbaiki sejumlah catatan selama penyelenggaraan Pemilu.

PPLN Tokyo Ditunda, Bawaslu Minta Perbaiki Ketidaksesuaian Data Jumlah Pemilih dengan Surat Suara
tribunnews
Ketua Bawaslu RI 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) RI, Abhan, meminta Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Tokyo memperbaiki sejumlah catatan selama penyelenggaraan Pemilu.

Dia merekomedasikan agar PPLN Tokyo memperbaiki penghitungan suara luar negeri dalam DA1-PPWP-LN dan DA1-DPR-LN atau sertifikat penghitungan suara luar negeri presiden dan DPR RI.

"Bereskan catatan-catatannya terlebih dahulu," kata Abhan dalam rapat Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil pemilihan umum tahun 2019 di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019).

Untuk PPLN Tokyo terdapat catatan berupa ketidaksinkronan data pada surat suara yang digunakan dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dan total suara sah dan suara tidak sah.

"Ini kan harusnya sinkron, tetapi ini jumlahnya tidak," kata mantan Ketua Bawaslu Jawa Tengah itu.

Dia menambahkan, apabila data perolehan suara sudah diperbaiki, pembahasan kembali dilakukan.

Baca: Elpiji Tiga Kilogram Sulit Ditemukan, Jusran Deby Mokolanut Minta Pemkot Kotamobagu Turun Lapangan

Dia meminta PPLN berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwas LN) Tokyo melakukan perbaikan.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menunda rekapitulasi penghitungan suara untuk Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Tokyo.

Hal ini karena masih terdapat ketidakakuratan data yang diterima dari PPLN Tokyo.

Ketidakakuratan data dari PPLN Tokyo itu terungkap di rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 untuk luar negeri yang digelar di ruang rapat pleno KPU RI, di Gedung KPU RI, Minggu (5/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved