Pleno Tingkat Kabupaten di Boltim Selesai, Hanura Ajukan Keberatan Ke Provinsi

Proses keberatan nantinya akan di serahkan lebih lanjut ke tingkat Provinsi Sulut.

Pleno Tingkat Kabupaten di Boltim Selesai, Hanura Ajukan Keberatan Ke Provinsi
Istimewa
Pleno Tingkat Kabupaten di Boltim 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Pleno tingkat Kabupaten di Bolaang Mongondow Timur, selesai.

Setelah hampir seminggu pleno tingkat Kabupaten yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya selesai, namun ada beberapa catatan keberatan dari partai politik terhadap pelaksanaan pemilu di sejumlah TPS di Boltim.

"Ada partai politik mengisi formulir DA2 yakni formulir keberatan terhadap pelaksanaan pemilu 2019," ujar Komisioner KPU Boltim, Terry South.

Baca: Live Streaming MotoGP - Fabio Quartararo Berhasil Cetak Rekor Baru Pembalap Termuda di Usia 20 Tahun

Kata dia, keberatan dari partai tetap diterima, sebab itu hak mereka yang merasa ada kesalahan dalam pelaksanaan pemilu di TPS.

Walaupun ada keberatan dari pihak partai politik, namun sesuai kesepakatan semua, proses perhitungan serta pleno di tingkat kecamatan tetap berlangsung hingga penetapan.

Baca: Viral Foto Jadul Kak Seto, Reza Artamevia dan Glen Fredly Hampir Tak Dikenali

"Kami sudah tanyakan ke saksi Parpol, Bawaslu dan PPK Kecamatan bahwa proses penetapan tetap. Walaupun ada keberatan," ujar dia lagi.

Proses keberatan nantinya akan diserahkan lebih lanjut ke tingkat Provinsi Sulut.

Pimpinan Bawaslu Kabupaten Boltim, Haryanto mengatakan, memang ada TPS di Modayag yang dilaporkan adanya kesalahan administrasi oleh saksi partai politik. Namun masih diselediki.

"Kami masih selediki, apakah memang terjadi masalah atau tidak. Masalah pada pemilih yang gunakan KTP elektrik," ujar Haryanto.

Baca: Angouw Rajai Kepulauan, Christo Runner Up

Ia menambahkan, tinggal melihat kalau memang terjadi kesalahan fatal berdasarkan penyelidikan Bawaslu, maka bisa saja direkomendasikan pemilihan suara ulang (PSU).

Salah satu Partai Politik, Hanura, Chandra Modeong mengatakan, ada pemilih tak terdaftar di DPT, mengunakan KTP, namun diberikan lima kertas, harusnya kertas Kabupaten dan Provinsi tidak diberikan.

"Kami merasa keberatan dan di Kabupaten tidak dapat terselesaikan, maka diajukan ke Provinsi," ujar Chandra Modeong.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved