OTT KPK Hakim Balikpapan, KY Anggap Upaya MA Cegah Korupsi Belum Maksimal

Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro membantah anggapan lemahnya pengawasan terhadap para hakim.

OTT KPK Hakim Balikpapan, KY Anggap Upaya MA Cegah Korupsi Belum Maksimal
wartaekonomi
Lengkap! Kronologi OTT Hakim PN Balikpapan dan Jajarannya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mahkamah Agung membantah anggapan lemahnya pengawasan terhadap para hakim. Hal itu dikatakan Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro menanggapi penangkapan hakim di Balikpapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Mahkamah Agung bukan tidak serius melakukan pembinaan dan pengawasan," ujar Andi kepada Kompas.com, Minggu (5/5/2019).

Menurut Andi, selama 2017 hingga 2018, MA telah mencanangkan tahun pembersihan terhadap oknum aparat peradilan yang melakukan perbuatan tercela.

MA juga bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menindak para hakim yang dicurigai terlibat praktik suap.

"MA tidak main-main melakukan pembersihan dengan melibatkan KPK untuk menangkap dan menindak oknum aparatur peradilan. Bagi yang tidak bisa dibina, terpaksa akan dibinasakan, agar virusnya tidak menyebar kepada yang lain," kata Andi.

KY Anggap Upaya Pencegahan Belum Maksimal

Komisi Yudisial menganggap upaya yang dilakukan Mahkamah Agung dalam mencegah hakim terlibat korupsi belum cukup kuat.

Hal itu terbukti dari berulangnya operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap hakim.

"Kami memahami bahwa perbaikan ke arah yang konstruktif di MA telah dilakukan di internal pengadilan. Tetapi, terkait dengan integritas hakim, masih jauh dari cukup," ujar Komisioner bidang Pengawasan Hakim dan InvestigasiKY Sukma Violetta, kepada Kompas.com, Minggu (5/5/2019).

Sukma menegaskan, sistem pembinaan dan pengawasan hakim yang dibangun di MA dan seluruh pengadilan di bawah MA, tidak boleh hanya di atas kertas.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved