Margarito Nilai Cara Menangani Pelaku Korupsi Masih Keliru: Belum Ada Efek Jera

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai upaya penindakan yang dilakukan KPK belum efektif dalam memberantas korupsi..

Margarito Nilai Cara Menangani Pelaku Korupsi Masih Keliru: Belum Ada Efek Jera
(Kompas.com/Robertus Belarminus)
Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi saksi ahli meringankan untuk Ketua DPR Setya Novanto. Senin (27/11/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai upaya penindakan yang dilakukan KPK belum efektif dalam memberantas korupsi.

Pasalnya, kata dia, masih banyak pejabat yang tertangkap tangan akibat perbuatan korupsi.

Menurut dia, kalau negara serius menangani korupsi ini harus ada perubahan pada level politik pencegahan pengelolaan negara dalam kerangka pencegahan korupsi.

Maka, dalam kerangka itu tidak bisa hanya bertempur menggunakan hukum pidana alias main penjara.

“Faktanya, main tindak terus, tindak terus tapi sama aja gitu kan tidak berkurang, seolah-olah tidak ada apa-apa tindakan-tindakan itu,” kata Margarito kepada wartawan, Minggu (5/5/2019).

Baca: Andre Taulany Dituding Menghina Nabi Muhammad SAW, Berawal dari Candaan Pada Virzha

Ia mengakui, ada efek keluar dan pesan menakutkan atau mencegah dari penindakan yang dilakukan oleh penyidik KPK dalam memberantas korupsi seperti yang dikenal operasi tangkap tangan.

Tetapi, faktanya tidak memberikan efek jera juga."Itu menunjukkan bahwa cara kita menangani, politik kita menangani korupsi ini keliru,” ujarnya.

Menurut dia, kelirunya karena cuma mengandalkan hukum pidana dan tidak mendrive secara sungguh-sungguh. Misalnya, pencegahan dalam bentuk penciptaan tatanan dengan mengandalkan sanksi administrasi.

Baca: Kemenag Sulut Optimistis Hilal Terlihat di Manado, Tonton Live Facebook di MTC Manado

Baca: Sikap Berani AHY Ketemu Jokowi di Istana Tanpa Sepengetahuan Prabowo-Sandi dan Demokrat

Padahal, lanjutnya, pola pelaku korupsi itu hanya mark up dan suap.

“Kalau kita lihat korupsi-korupsi ini kan mark up dan suap, cuma itu. Bagaimana bisa mark up tak terkendali, suap itu karena sebagian orang berbagi untuk dari nilai proyek. Nah, mark up harus diketahui jauh sebelum proyek atau anggaran itu dilaksanakan. Harus dicegah diawal, cuma masalahnya sistem kita tidak cukup handal untuk mencegah persoalan seperti itu,” jelas dia.

Jangan Lupa Like Fanspage Tribun Manado: 

TONTON JUGA;

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Margarito Nilai KPK Belum Andal Cegah Pola Korupsi Pejabat

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved