Kerek Kinerja, ELSA Jajaki Peluang Baru di Berbagai Lini

Sepanjang kuartal I tahun ini, PT Elnusa (ELSA) berhasil membukukan pertumbuhan kinerja. Ke depan, emiten ini akan terus menggenjot kinerja

kontan.co.id
PT Elnusa (ELSA) 

Pemasaran produk asuransi melalui kanal bank atau bancassurance masih menjadi andalan industri asuransi. Adapun perolehan premi melalui kanal perbankan diproyeksikan meningkat seiring bertambahnya jumlah kerja sama antara perusahaan asuransi dengan bank.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Asuransi Jiwa (AAJI) Togar Pasaribu memproyeksi, perolehan premi dari bancassurance bisa meningkat 15% hingga 25% pada tahun ini. Dengan kerja sama yang terjalin antara bank dan perusahaan asuransi, maka produk baru yang diluncurkan akan semakin semarak. Ia berharap kehadiran produk baru bisa meningkat pengguna asuransi yang masih relatif rendah.

PT Capital Life Indonesia misalnya,  tahun lalu mengantongi premi Rp 7,7 triliun, yang sekitar 99% berasal dari bancassurance. Direktur Capital Life Robin Winata mengatakan, pemasaran melalui bancassurance masih prospektif. Maka itu Capital Life fokus bekerja sama dengan institusi keuangan seperti bank dan multifinance.

Pemasaran melalui bancassurance itu lebih baik karena asuransi sebenarnya adalah produk keuangan termasuk dalam perencanaan keuangan. Maka lebih baik melekat pada ketersediaan layanan bank,” ungkap Robin.

Capital Life menargetkan peroleh premi melalui kanal bancassurance tumbuh 25% hingga 27% tahun ini. Untuk itu perusahaan ini menargetkan gandeng dua bank dan lima perusahaan multifinance.

Robin optimistis bisa memenuhi target tahun ini karena Capital Life telah mencatatkan kinerja cukup memuaskan di awal tahun. Hingga April 2019, perusahaan ini sudah mengatongi premi Rp 3 triliun atau naik 20% secara tahunan.

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia juga mengandalkan kanal banncasurance selain keagenan yang tetap mendominasi. Chief Executive Officer (CEO) Generali Indonesia Edy Tuhirman mengatakan, tahun lalu jalur pemasaran keagenan memberikan kontribusi 55% dari total premi. Menyusul bancassurance 32% dan bisnis kumpulan sebesar 13%.

Edy optimistis, kinerja premi bruto akan positif tahun ini setelah melambat tahun lalu. Mengutip laporan keuangan, Generali Indonesia mencatat premi bruto sekitar Rp 2,8 triliun di 2018 atau turun 11,9% dibandingkan realisasi 2017 sebesar Rp 3,18 triliun. Untuk menggenjot bisnis, Generali akan mengubah portofolio premi dari single premium menjadi regular premium. (Ferrika Sari/Arfy Rahayu)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved