Kerek Kinerja, ELSA Jajaki Peluang Baru di Berbagai Lini

Sepanjang kuartal I tahun ini, PT Elnusa (ELSA) berhasil membukukan pertumbuhan kinerja. Ke depan, emiten ini akan terus menggenjot kinerja

Kerek Kinerja, ELSA Jajaki Peluang Baru di Berbagai Lini
kontan.co.id
PT Elnusa (ELSA) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sepanjang kuartal I tahun ini, PT Elnusa (ELSA) berhasil membukukan pertumbuhan kinerja. Ke depan, emiten ini akan terus menggenjot kinerja dengan meningkatkan bisnis distribusi dan mencari peluang baru.

Head of Corporate Communication Elnusa, Wahyu Irfan menjelaskan, tren bisnis di kuartal I-2019 ini hampir sama dengan dua sampai tiga tahun sebelumnya. Yakni kontribusi pendapatan dari hulu migas sebesar 28% dan hilir atau distribusi 52% dan sisanya dari sektor penunjang.

Dalam tiga bulan di tahun ini, emiten yang mayoritas sahamnya dimiliki Pertamina ini membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 30,14% secara tahunan menjadi Rp 1,9 triliun di kuartal I tahun ini. Meski begitu, laba bersih ELSA hanya tumbuh 7,01%  secara year on year menjadi Rp 75,86 miliar. Ini karena ada peningkatan beban keuangan di kuartal I tahun ini sebesar 96% menjadi Rp 12,36 miliar.

Karena itu, emiten ini akan memperkuat lini bisnis yang ada saat ini. "ELSA mulai menjajaki berbagai peluang baru dari berbagai segmen bisnis," jelas Wahyu, Jumat (3/5). Pada jasa hulu migas misalnya, ELSA akan menjajaki peluang pengembangan pasar baru di luar negeri, peluang signature bonus eksplorasi & multiclient seismic, serta bisnis operation & maintenance refinery.

Apalagi di Maret 2019, Elnusa telah menyelesaikan tepat waktu survei seismik zona transisi menggunakan Ocean Bottom Nodes (Nodal) South East Senoro. ELSA masih terus mengembangkan akuisisi data seismik menggunakan Nodal.

Untuk di bisnis jasa distribusi dan logistik energi, ELSA memulai bisnis infrastruktur dengan revitalisasi maupun pembangunan terminal BBM, serta menggenjot bisnis chemical untuk enhanced oil recovery.

Selain itu, Elnusa juga tengah mencari bisnis pendukung dengan memanfaatkan internet of things (IOT). Pada Januari 2019, ELSA telah mengembangkan teknologi distribusi air atau smart water meter dan smart power meter untuk mendukung pengelolaan air di Tangerang, Banten. "Ke depannya akan bisnis teknologi lainnya," ujar Wahyu.

ELSA telah mulai meraih beberapa peluang baru di awal tahun ini, antara lain eksplorasi migas di Perairan Vietnam, aktivitas survei seismik laut dengan Nodal di beberapa blok migas, pelaksanaan beberapa proyek turnaround refinary dan kerjasama bisnis digital dengan pihak lain.

Sementara itu, di bisnis hulu migas, ELSA sedang menjajaki proyek baru. Salah satunya SOCO International di Vietnam dan proyek lain yang belum bisa disebutkan. Sedangkan hilir biasanya melakukan pekerjaan biasa mulai investasi untuk kerja sama dengan pihak ketiga. Jumat (3/5) harga saham ELSA turun 2,63% menjadi Rp 370 per saham.

Kanal Bancassurance Tetap Menjadi Andalan Asuransi

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved