Daerah

James Sumendap: Buruh Sejahtera, Negara Berjaya

Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional 2019 (May Day).

James Sumendap: Buruh Sejahtera, Negara Berjaya
tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional 2019 (May Day). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional 2019 (May Day).

Dalam tulisannya di medsos, Sumendap menempatkan buruh dalam posisi vital keberlangsungan sebuah negara. Bahkan bisa dibilang kesuksesan dan kejayaan sebuah negara tidak lepas dari keberadaan dan nasib para buruh.
“Selamat Hari Buruh International Tahun 2019. Buruh Sejahtera, Negara Berjaya,” tulis Sumendap.

Sementara itu, tulisan Sumendap di medsos ini mendapat tanggapan dari para netizen, salah satunya dari aktifis SBSI Sulut, Paul Adrian Sembel.

“Perjuangan kaum buruh kedepan semakin berat. Mari kita bangun kembali militansi, memperkuat Solidaritas, Mandiri dalam organisasi, dan berpolitik secara cerdas. Belum terlambat untuk menata ulang. Buruh bersatu pasti menang,” tulis Sembel.

Sedangkan Johanes Kandoli Munaiseche mengatakan, ada tujuh tuntutan buruh pada Mayday 2019, diantaranya menolak upah murah, pencabutan PP 78 tahun 2015 dan menaikan 84 item kebutuhan hidup layak (KHL). Selanjutnya penghapusan outsourching atau yang berkedok magang.

“Selain itu, buruh juga meminta pemerintah meningkatkan manfaat jaminan kesehatan dan pensiun. Begitupun dengan penurunan tarif dasar listrik (TDL) dan harga sembako,” tukasnya.

Sementara terkait sejarah, Hari Buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial.

Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. (tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw)

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved