Nutrisi
Istri Penyanyi Tompi, Jelaskan Tentang Nutrition Genomics Teasting di Manado
Mau Makan Apa? Tanya DNA! Tagline inilah yang dipakaia Laboratorium Klinik Prodia Manado pada pelaksanaan Seminar Personalized Nutritions untuk Penc
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mau Makan Apa? Tanya DNA! Tagline inilah yang dipakaia Laboratorium Klinik Prodia Manado pada pelaksanaan Seminar Personalized Nutritions untuk Pencegahan Penyakit, di Swiss bellHotel Maleosan Manado Sabtu (4/5/2019).
Ratusan peserta yang didominasi emak-emak atau ibu-ibu antusiasi menyimak materi pertama tentang Personalized Died Based on Nutrition Genomics Testing oleh dr Arti Indira M.Gizi Sp.GK, istri penyanyi Tompi dan materi tentang pemeriksaan laboratorium terkait dengan genomics oleh Siska Darmayanti S.Si M.Farm.
Tri Ajianto selaku Unit operation Manager laboratorium Klinik Prodia, menyampaikan pengantar terkait dengan pemeriksaan kesehatan dengan cara Nutrition genomics testing. "Pemeriksaan dengan cara ini, akan di launching pada Juni 2019 dan laboratorium Klinik Prodia satu-satu diseluruh Indonesia yang mengerjakan pemeriksaan itu," kata Tri.
Pada kesempatan itu kepada para peserta seminar pihak Prodia memberikan informasi untuk payanan kontak Prodia 1500 830.
Dalam penyampaiannya, istri Tompi dr Arti Indira M.Gizi Sp.GK menerangkan mengenai dasar diet, dasar dari diet kita harus tau dulu DNA seperti apa suapaya kalau kita sudah tau DNA (deoxyribonucleic acid) kita membuat kita lebih mengenal diri kita sendiri.
"Kita cocoknya makan apa, vitamin mineralnya kita kurangnya apa bisa ketahuan hingga olahraga yang cocok buat kita. Intinya kita bisa mengenal diri sendiri kalau melakukan pemeriksaan dengan Nutrition Genomics teasting," jelas dr Arti saat diwawancara Tribunmanado.co.id, Sabtu kemarin.
Terkait dengan kondisi masyarakat Indonesia yang semakin tinggi dengan penyakit obesitas dan rentan dengan penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung dan hipertensi bisa tau kalau kita punya gen yang beresiko terkena penyakit tersebut.
Sehingga kalau sudah mengetahui tubuh kita berpotensi kena penyakit otomatis makanan di jaga tidak suka-suka, jangan sampai sudah tau punya gen rentan penyakit malah hidup tidak sehat sehingga alami sakit.
"Genetik itu seperti note the damn tetapi triger kita gaya hidup, life style pool the triger," tambahnya.
Terkait cara-cara dan pola hidup sehat yang dilakukan masyarakat seperti diet hingga chek up, menurut istri Tompi akan semakin baik jika sudah mengetahui hasil pemeriksaan Nutrition genomics teasting setelah ada hasil langsung di konsultasikan kepada dokter spesialis gizi klinik. Akan diberikan mile plan atau perencenaan makan, sesuai dengan gen nya yang berbeda pada setiap pasien atau masyarakat alias personalize.
Dia memberikan contoh misalnya kepada pria A yang tidak periksa Nutrition genomics, saya akan bilang makan karbo nya 50 sampai 60 trus proteinnya sekitar 15 sampai 20 persen, lemaknya 25 - 3 persen ini general atau umum.
Tapi kalau ada hasil periksa gen melalui neutrition genomics diketahui kalau pria A ini cocoknya tinggi protein sehingga dokter akan memberikan protein disekitar 22 dan 25 persen.
Kemudian resiko defisiensi vitamin c, d dan d kalau ada beberapa pemeriksaan laboratorium lanjut bisa periksa kadar dalam darah berapa bisa di cek, dari situ bisa diketahui vitamin apa yang rendah akan di terapi karena hasilnya sangat bersifat personal.
Selanjutnya kepada perempuan, misalkan coocknya dietnya karbohidrat berapa persen karena ada resiko sakit diabetes sehingga akan diatur jangan sampai terjadi sakit, begitu juga dengan olahraganya bisa diatur jika sudah mengetahui hasil gen nya.
Siska Darmayanti S.Si M.Farm pembicara lainnya menambahkan, untuk sistem Nutrition genomics teasting di kirim sampelnya dari Manado ke Jakarta untuk dilakukan pengecekan.(christianwayongkere)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dr-arti-indira.jpg)