Duka Pemilu 2019

Gugur dalam Tugas Negara, Ketua ReJo: Para Petugas KPPS adalah Pengawal 'People Power' Sebenarnya

Bertugas menjaga hak konstitusi rakyat, Para Petugas KPPS Ikhlas siang dan malam jalankan tugas negara.

Gugur dalam Tugas Negara, Ketua ReJo: Para Petugas KPPS adalah Pengawal 'People Power' Sebenarnya
Tribunnews.com
Karangan Bunga Duka Cita Pemilu 2019 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketum Relawan Jokowi alias ReJo, HM Darmizal MS, mengatakan petugas KPPS yang telah gugur dalam Pemilu 2019 dapat dinilai sebagai pahlawan demokrasi dan pengawal kekuatan rakyat atau People Power yang sesungguhnya.

"Kita sampaikan belasungkawa dan dukacita yang mendalam atas berpulangnya pahlawan demokrasi, pengawal pesta rakyat pada Pemilu 17 April 2019," ujar Darmizal, dalam acara 'Ikrar Setia Konstitusi untuk Keutuhan NKRI', di Garda Matahari, Hall Basket, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (5/5/2019).

Para petugas KPPS yang gugur disebut Darmizal telah dengan ikhlas bekerja siang dan malam. Terutama untuk menjaga hak konstitusi rakyat yang telah disalurkan di TPS.

Oleh karena itu, ia tak ragu untuk menyebut mereka yang gugur sebagai kekuatan rakyat atau people power yang sesungguhnya.

"Kami mencatat sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia partisipasi masyarakat adalah pada Pemilu tanggal 17 April 2019 itu lah people power yang sesunggunya. Karena partipasi pemilih

Karangan Bunga untuk Pahlawan Demokrasi dalam Pemilu 2019
Karangan Bunga untuk Pahlawan Demokrasi dalam Pemilu 2019 (WartaKota/Henry Lopulalan)

Baca: Update Petugas Pemilu Meninggal Dunia 440 Orang, 3.788 Sakit, 30 Wilayah di Indonesia, Sulut 7 Orang

Pendiri Partai Demokrat ini menilai tak perlu lagi ada gerakan people power usai Pemilu 2019 itu. Menurutnya, semua pihak harus menghormati seluruh rangkaian Pemilu yang dilaksanakan oleh KPU, Bawaslu, DKPP, unsur-unsur pengawas dan pemantau lokal ataupun internasional.

Semua pihak, kata dia, semestinya berperilaku sama yakni menerima hasil penghitungan suara, baik melalui metoda quick count maupun real count.

"Kita harus berani sabar menunggu keputusan KPU dan kemudian menerima secara legowo keputusan KPU tersebut. Bagi yang tidak puas, silahkan disalurkan sesuai mekanisme yang telah dipersuapkan untuk itu," jelasnya.

Baca: Diduga Lelah Bertugas Sebagai KPPS, Wanita Kehilangan Janin 4 Bulan dalam Kandungan

Di sisi lain, Darmizal mengatakan ReJO mengapresiasi setinggi-tingginya dan berterimakasih kepada TNI-Polri yang telah mengawal pelaksanaan Pemilu sehingga berlangsung aman dan damai.

Meski demikian, ia berharap Panglima TNI dan Kapolri agar menindak tegas tanpa pandang bulu siapapun yang menyampaikan ketidakpuasannya atas hasil Pemilu dengan cara memprovokasi rakyat.

"Rakyat tidak boleh diadu domba, rakyat harus berdamai dan hidup dalam harmoni penuh toleransi. RèJO pasti bersama TNI dan Polri untuk menjaga NKRI sebagai harga mati," tegas Darmizal.

"Kita harus berani menerima kenyataan bahwa dalam kompetisi pasti ada yang menang. Misalnya kita dengan sangat bangga menerima kemenangan pada Pilgub DKI, hasil quick count dan real count diakui sebagai satu yang valid, hasil kajian ilmiah yang membanggakan," imbuhnya.

Baca: Prabowo Sampaikan Dukacita Atas Meninggalnya Petugas KPPS di Desa Suluun Satu

Baca: TERBARU pemilu2019.kpu.go.id Real Count KPU Pilpres 2019, 05/05 Pkl.14.00 WIB, Data Masuk 66,98%

Tautan: http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/05/05/rejo-para-petugas-kpps-yang-gugur-adalah-people-power-sesungguhnya.

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved