Pemilu 2019

Diamankan Tim Gakkumdu, Permainan Kertas 'C', 7 Oknum Pelaksana Pemilu 2019 Langgar Aturan

Seorang Anggota PPS dan 6 Saksi Parpol dalam Pemilu diamankan Tim Gakkumdu Pemilu 2019.

Diamankan Tim Gakkumdu, Permainan Kertas 'C', 7 Oknum Pelaksana Pemilu 2019 Langgar Aturan
tribun riau
Logo Pemilu 2019 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tujuh pria yang terlibat dalam pelanggaran pidana pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 97 Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, ditetapkan sebagai tersangka oleh tim Penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).

Mereka terdiri atas enam saksi Partai politik (parpol) nasional dan lokal serta seorang anggota panitia pemungutan suara (PPS).

Dari jumlah itu, enam di antara mereka yang merupakan warga Desa Matang Ulim yaitu MK (37), MR (20), AM (21), ZA (39), MN (34), dan MS (19).

Sedangkan seorang lagi yaitu IA (24), adalah warga Desa Pucok Alue, Kecamatan Baktiya.

Kasus tersebut diteruskan Panwaslih Aceh Utara ke polisi, Jumat (3/5) sore.

Baca: Update Petugas Pemilu Meninggal Dunia 440 Orang, 3.788 Sakit, 30 Wilayah di Indonesia, Sulut 7 Orang

Seperti diberitakan sebelumnya, enam saksi terlibat pencoblosan lebih dari satu kali di TPS 97 Desa Matang Ulim, saat Pemilu, Rabu (17/4) lalu.

Mereka bisa melakukan tindakan itu karena mendapat surat suara dari PPS setempat.

Kejadian tersebut kemudian menjadi temuan Panwascam Baktiya.

“Kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan ketika ditangani tim Gakkumdu karena ditemukan unsur pidana. Karena itu mereka ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah, kepada Serambi, Sabtu (4/5).

Karena itu, menurut Kasat Reskrim, pihaknya sudah mengirim surat panggilan ke delapan saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Penyidik, kata Rezki, sudah menjadwalkan pemeriksaan saksi itu dilakukan pada Senin (6/5) mendatang. “Ketujuh tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara,” ujarnya.

Ketujuh tersangka, tambah Iptu Rezki, dinyatakan melanggar Pasal 516 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. “Untuk menyelesaikan kasus tersebut, penyidik punya waktu 14 hari kerja,” pungkas Kasat Reskrim Polres Aceh Utara.

Baca: Kubu 01: Seharusnya Ijtima Ulama Pemberi Kesejukan Bukan Perancang Polemik Bangsa

Baca: TERBARU pemilu2019.kpu.go.id Real Count KPU Pilpres 2019, 05/05 Pkl.11.00 WIB, Data Masuk 66,62%

Tautan: http://aceh.tribunnews.com/2019/05/05/tujuh-pelanggar-pemilu-jadi-tersangka?_ga=2.190153768.2000235925.1557011876-1633542155.1538580932.

Editor: Frandi Piring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved