Religi

KKK Adakan Acara Paskah Bersama Bertajuk Kawanua Bersatu untuk Menjadi Berkat

Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) mengadakan acara Paskah bersama hari ini di Graha Oikumene, Jalan Salemba Raya No 10, Jakarta Pusat.

KKK Adakan Acara Paskah Bersama Bertajuk Kawanua Bersatu untuk Menjadi Berkat
ISTIMEWA
KKK Adakan Acara Paskah Bersama Bertajuk Kawanua Bersatu untuk Menjadi Berkat 

Ia memberikan juga analogi kawanan bebek yang terperangkap dalam kandang-kandang berbeda. Mungkin saja mereka mau berapa satu sama lain tapi terhalang oleh pagar dinding yang dibuat oleh para penggembala mereka.

"Saat hujan turun dan banjir melanda, malah semua bisa berenang bersama dan bersatu. Tak mengharapkan sebuah malapetaka untuk mengingatkan, tapi semoga Kristus turunkan banjir kasihnya supaya bersatu dengan damai satu sama lain," katanya

Bahkan pendeta yang mengalami pertobatan saat dalam bimbingan Yusuf Roni menceritakan pertemuan dan persatuannya dengan istrinya yang berbeda suku dan karakter.

"Selama hidup saya tidak pernah makan papeda yg disukai istri saya yang asal Ambon. Papi, walau saya mencintaimu dan walau roh kudus menyertai tapi saya tak pernah bisa makan kawok yang kau sukai. Hehehe. Tuhan sudah mempertemukan dan mempersatukan kami berdua, walau awalnya punya harapan lain. Tapi kami tetap rukun damai saja walau ada perbedaan. Mengapa mesti bersitegang dengan hal-hal yang tidak mendapatkan kemuliaan kekal? Saya dan istri berbeda tapi apakah mesti bertengkar terus? Bagaimana pengurus Kawanua sendiri yang masih dua ini?," katanya.

Ia juga menceritakan kisah anjing peliharaan biasa tapi yang sangat berbakat dan menyenangkan keluarga bahkan para tetangga. Terpaksa mesti dikembalikan di tempat asalnya demi menghormati sahabat yang tersinggung dan meminta supaya nama anjing itu diganti. Keluarga sepakat tak mau mengubah nama anjing itu.

"Apakah nama KKK mesti diganti atau kita mesti rela mengembalikan kesenangan dan ego kepentingan pribadi?," katanya

Mandang yang adalah ketua umum PGLII Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga Injili Indonesia ini mengakhiri pewartaan firman dengan cerita yang menyentuh hati.

Setelah itu ia mengatakan selama beberapa tahun ini kita Kawanua sudah ikut wadah masing-masing dalam dua bahtera.

"Kita kembali sebagai satu bukan dua lagi,"

Pas doa dipimpin oleh Pdt Ferry Doringin, syafaat untuk kerukunan dan kekeluargaan secara khusus, dan terjadilah hujan deras mengguyur.

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved