Breaking News:

Ziarah Kubur

Ziarah di Bulan Ramadhan dan Hari Raya, Bolehkah? Berikut Penjelasannya Menurut Hadits dan Ulama

Dilansir dari laman NUOnline, KH Munawwir Abdul Fattah Pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta menjelaskan, pada bab tentang merawat jenazah dan problem

Editor: Rizali Posumah

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam Islam sebenarnya tidak ada waktu tetap atau anjuran wajib kapan melakukan ziarah

Oleh karena itu,  ziarah di bulan suci Ramadhan ataupun di Hari Raya sebenarnya tidak ada perintah dan tidak ada larangan.

Dilansir dari laman NUOnline, KH Munawwir Abdul Fattah Pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta menjelaskan, pada bab tentang merawat jenazah dan problem-problemnya, Imam Suyuthi menukil dari Imam Ibnu Hajar dalan kitab Fatawi-nya yang mengatakan:

“Ruh seseorang berkait dengan jasad selama jasad itu masih utuh, kemudian ruh itu lepas menuju Illiyyin atau Sijjin di sisi Allah. Ruh tadi bahkan masih berkait dengan jasad meski jenazah berpindah dari satu kubur ke kubur yang lain.

Imam Harawi dalam Syarh Shahih Muslim dalam hal penjelasan mengenai hari ziarah mengatakan:

Tidak ada hadits shahih yang menerangkan ketentuan hari untuk melakukan ziarah kubur dan tidak pula ada pembatasan berapa kali ziarah.

Nah ada keterangan tentang keutamaan ziarah yang dilakukan pada hari Jum’at. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِي كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً غَفَرَ اللهُ لَهُ وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدَيْهِ

Siapa ziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya pada setiap hari jum’at, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatat sebagai bakti dia kepada orang tuanya. (HR Hakim).

Hadits dan pendapat Ulama soal ziarah

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved