Teroris Masih Bebas, Gereja Katolik Sri Lanka Akan Kembali Tiadakan Misa Hari Minggu

Pihak berwenang memperingatkan bahwa para tersangka yang terkait serangan bom masih belum ditemukan, dan kemungkinan kembali melangsungkan serangan.

Teroris Masih Bebas, Gereja Katolik Sri Lanka Akan Kembali Tiadakan Misa Hari Minggu
net/www.vosizneias.com
Dua petugas keamanan Sri Lanka berjaga di depan Gereja Katolik St Anthony, Kolombo, Senin (22/5/2019), setelah serangan teror bom Paskah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOLOMBO - Misa yang akan digelar pada Minggu (5/5/2019) akan kembali ditiadakan di gereja-gereja Katolik di Kolombo, ibu kota Sri Lanka.

Minggu nanti akan menjadi pekan kedua pasca-pemboman gereja dan hotel di Sri Lanka yang menewaskan 253 orang.

Pastor Edmund Tillakaratne, juru bicara Keuskupan Kolombo, mengatakan, Kamis (2/5/2019), Kardinal Malcolm Ranjith telah membatalkan semua misa Minggu di keuskupannya setelah mempertimbangkan laporan-laporan terkini mengenai masalah keamanan. Demikian warta Voice of America.

Pekan lalu, warga muslim diminta untuk tidak datang ke tempat-tempat penyenggaraan salat Jumat, sementara seluruh gereja Katolik di Sri Lanka ditutup. 

Karena tidak ada misa Minggu seperti biasanya, Ranjith menyampaikan kotbah yang ditayangkan televisi.

Menyusul aksi pemboman 21 April lalu terhadap sejumlah gereja dan hotel mewah, pihak berwenang memperingatkan bahwa para tersangka yang terkait pemboman itu masih belum ditemukan, dan kemungkinan akan kembali melangsungkan serangan.

Seorang menteri kabinet, Selasa, mengatakan, informasi intelijen menunjukkan, menteri-menteri kabinet kemungkinan juga menjadi sasaran kelompok yang mendalangi serangkaian pemboman itu. 

Kelompok yang mendalangi serangan Paskah itu dipastikan merupakan pendukung ISIS. (*)

Sumber: VOA

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved