Sejumlah Harapan disampaikan Kajati Sulut di momen Paskah

Kemudian terkait dengan Sub Tema yang diangkat, Kajati mengatakan bahwa Sub Tema tersebut seiring dengan upaya kita bersama mewujudkan zona integritas

Sejumlah Harapan disampaikan Kajati Sulut di momen Paskah
IST/kajati sulut
Perayaan Ibadah Paskah Keluarga besar Kejaksaan se Sulut 

Sejumlah Harapan disampaikan Kajati Sulut dimomen Paskah

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Mengangkat tema 'Kebangkitan Kristus Memampukan Kita, Berdiri Teguh dan Terus Melayani Semua' keluarga besar Kejaksaan se Sulawesi Utara (Sulut) telah melaksanakan Ibadah paskah tahun 2019 di Aula Kajati Sulut.

Dalam ibadah Paskah itu juga dipilih sebuah Sub Tema 'Berdiri Teguh Dalam Komitmen Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Guna Mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)'.

Yoni Mallaka Kasi Penkum Kejati Sulut dalam keterangannya kepada Tribun Manado, pelaksanaan ibadah telah dilaksanakan pada akhir April 2019, ‎pimpin oleh Sekteraris Umum badan pekerja majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pdt Evert AA Tangel STh, MPd.K dan di hadiri khusus oleh seluruh Pegawai Kejaksaan se Sulut dan Keluarga Besar Purnawirana Kejaksaan (KBPA) yang beragama Kristen.

Selesai Ibadah dilanjutkan dengan acara perayaan yang di hadiri oleh Kajati Sulut M Roskanedi SH, Para Asisten, Kabag Tata Usaha, Para Koordinator, Para Kajari se Sulut, serta seluruh Pegawai Kejaksaan se Sulut serta KBPA.

Baca: Prajurit AS Asli Ponorogo Emosional Kembali ke Indonesia

Kajati menjelaskan tentang tema yang diangkat, bahwa Paskah adalah perayaan kebangkitan Kristus mengalahkan kematian dan semua bentuk kesia-siaan yang sering membelenggu kehidupan manusia.

Inilah dasar lman Kristiani yang memberi pengharapan bagi pengikut Kristus untuk mengalahkan berbagai tanda-tanda kematian yang dapat menghancurkan kehidupan. Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan Injil dan Iman Kristiani.

"Kebangkitan Kristus adalah kenyataan yang menegaskan keberpihakan Tuhan pada kebenaran dan keadilan. Kubur kosong menjadi jaminan dan pengharapan untuk terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan di tengah-tengah tugas dan tanggung jawab kita setiap hari. Janganlah kita membiarkan diri kita diperalat oleh kekuatan dosa sebagai senjata kelaliman, melainkan membiarkan Tuhan memakai kita untuk menjadi alat kebenaran-Nya," kata Kajati sebagaimana dikutip Kasi Penkum Yoni Mallaka, Jumat (3/5/2019).

Kemudian terkait dengan Sub Tema yang diangkat, Kajati mengatakan bahwa Sub Tema tersebut seiring dengan upaya kita bersama mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM di Kejati Sulut dan Kejari se-Sulut.

Untuk diketahui bersama kata mantan Kajati Kalteng ini, bahwa pada hari Senin 11 Februari 2019 dengan resmi telah di canangkan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di Kejaksaan Tinggi Sulut dan telah diikuti juga oleh Kejari-Kejari se- Sulut.

Baca: Bara Hasibuan: Saya Lakukan Ini Semua Untuk Mengembalikan Roh PAN Itu Sendiri, Pasca Dukung Jokowi

Membangun Zona Integritas pada dasarnya adalah melakukan perubahan yang mendasar dari paradigma lama menjadi baru, dari paradigma yang ingin dilayani menjadi paradigma melayani.

Manajemen perubahan inilah lanjut Kajati yang akan menjadi pengungkit dalam mencapai sasaran hasil yang diinginkan yaitu meliputi perubahan penataan tatalaksana, penataan menejemen sdm, penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja.

Dari penguatan tersebut diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan publik menuju Pemerintah yang bersih dan bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme serta Pemerintah dengan birokrasi yang bersih dan melayani.

"Untuk itu melalui perayaan Paskah Tahun 2019 ini, saya mengajak seluruh jajaran Kejaksaan se-Sulut untuk berkomitmen dan berkeinginan yang kuat untuk menegakkan integritas diri kita masing-masing dalam rangka mengembalikan martabat serta kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, keadilan yang menjadi dambaan masyarakat," tutur Kajati.

Baca: Gelar Resepsi Mewah Hari Ini, Begini Ringkasan Perjalanan Cinta Reino Barack dan Syahrini

Sudah saatnya kita tinggalkan paradigma lama kita yang ingin selalu dilayani yang menjadi penghambat kita untuk maju, sebagai aparatur sipil negara dan juga penegak hukum, harus kita sadari sepenuhnya bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi, dan berhak atas pelayanan prima. Sudah saatnya pula sebagai pelayan publik kita bersungguh-sungguh menempatkan masyarakat pada posisi yang harus dilayani dengan baik, untuk itu kita harus mempunyai tekad untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, bersih dan terhindar dari praktek korupsi kolusi maupun nepotisme.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved