Fee Proyek

Pengusaha Berdarah Manado Sebut Fee Proyek Sudah Ada Sejak Rezim Orde Baru, Berikut Penjelasannya

Seorang pengusaha berdarah Manado di Jakarta menceritakan istilah fee 10 persen sudah ada sejak jaman orde baru. Itu dianggap tabu tapi sebenarnya

Pengusaha Berdarah Manado Sebut Fee Proyek Sudah Ada Sejak Rezim Orde Baru, Berikut Penjelasannya
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi uang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -Seorang pengusaha berdarah Manado di Jakarta menceritakan istilah fee 10 persen sudah ada sejak jaman orde baru. Itu dianggap tabu tapi sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di antara pengusaha.

"Ini peninggalan budaya korup lama. Sudah lama tercipta antara pengusaha dan pemerintah," katanya.

Baginya ada anggapan itu merupakan hal yang biasa terjadi di antara pengusaha. Akan sangat melanggar jika antara pengusaha dengan Pegawai Negeri Sipil.

Ia mengatakan penguasa biasanya menerapkan itu karena terlalu banyak cost politik yang dikeluarkan saat mencalonkan diri atau menempati sebuah jabatan tertentu. Ia mencari pengembalian dengan cara itu.

"Ia ingin costnya kembali. Caranya dengan itu," katanya.

Dalam bisnis, katanya mencari proyek itu lumrah. Karena itu, istilah fee 10 persen hanya sebuah istilah.

"Bisa jadi hanya 2,5 persen. Namanya fee marketing. Itu untuk memperlancar proyek. Banyak terjadi dalam dunia bisnis," ujarnya.

Dalam dunia bisnis manapun katanya cara-cara ini dipakai walaupun ada yang dengan cara resmi. Ia tidak menampik bahwa itu juga dilakukan marketing media pada pemerintah. (David Manewus)

Penulis: David_Manewus
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved