Masa Pembantaran Selesai, KPK Perpanjang Penahanan Romahurmuziy

Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy

Masa Pembantaran Selesai, KPK Perpanjang Penahanan Romahurmuziy
(ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019). Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus kasus tersebut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Hal itu dilakukan KPK tidak lama setelah Romahurmuziy kembali dari masa pembantaran di Rumah Sakit Polri.

"Hari ini penyidik melakukan perpanjangan penahan pertama selama 40 hari kedepan terhitung tanggal 5 Mei - 13 Juni 2019 untuk tersangka RMY (Romahurmuziy)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (3/5/2019).

Diketahui, Romahurmuziy telah dibantarkan KPK selama satu bulan, terhitung sejak 2 April 2019 di RS Polri karena alasan kesehatan.

Kini Romy telah kembali ke KPK dan mendekam di tempat asalnya, yaitu rumah tahanan K4 di belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Baca: Yakin Prabowo-Sandi Menang Pilpres 2019, PKS Tetap Bertahan di Koalisi Adil Makmur

Diberitakan, KPK menetapkan Romahurmuziy bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romahurmuziy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag.

Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Romahurmuziy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan.

Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved