KPK: Bupati Talaud Sering Cawe-Cawe Proyek

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi Bupati kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip diduga menerima fee

KPK: Bupati Talaud Sering Cawe-Cawe Proyek
tribun manado
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen (purn) Basaria Panjaitan memberikan cenderamata kepada Pemred Tribun Manado Sigit Sugiharto saat berkunjung ke Kantor Tribun Manado, Kamis (22/2/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi Bupati kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip diduga menerima fee dari sejumlah proyek lain sebelum tertangkap karena dugaan menerima fee proyek revitalisasi pasar. Diduga Sri Wahyumi kerap meminta-minta jatah fee dari pengusaha yang ingin mendapatkan proyek Pemkab Kepulauan Talaud.

"Prediksi dari tim kami ada pemberian sebelum ini, lengkapnya akan dilakukan penyidikan secara sempurna dan melihat bukti yang menguatkan," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Basaria mengujarkan tim penyidik telah mengindentifikasi ada tujuh paket proyek di Pemkab Kepulauan Talaud. Namun, untuk saat ini tim akan fokus terhadap proyek revitalisasi pasar Pasar Lirung dan Pasar Beo. "Ada 7 paket, tapi yang sudah pasti didapat itu Pasar Lirung dan Pasar Beo. Nanti pastinya nilai proyek akan dilihat lagi," ujarnya.

Menurut Basaria, Sri Wahyumi bersama kroninya menggunakan kode 'SP Teknis' dalam permintaan atau penyerahan fee. KPK juga mengidentifikasi adanya komunikasi Sri Wahyumi dengan timsesnya bernama Benhul Lalenoh dan pihak lain.

Diganti

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akan menunjuk Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Petrus Simon Tuange sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Talaud setelah sang Bupati, Sri Wahyuni Maria Manalip ditetapkan tersangka dan ditahan KPK.

Menurut Tjahjo pelantikan Tuange harus dilakukan segera supaya tak ada kekosongan pemerintahan di kabupaten paling utara Indonesia tersebut. “Saat yang bersangkutan (Sri Wahyuni) ditetapkan tersangka maka kami akan tunjuk wakilnya sebagai pejabat sehari-hari agar tak terjadi kekosongan pemerintahan,” kata Tjahjo.

Tjahjo sendiri mengaku sedih mendengar kabar penangkapan Sri Wahyuni. Ia juga meminta Sri Wahyuni untuk kooperatif selama diperiksa dan menyelesaikan kasus hukumnya di pengadilan. “Kalau sudah ditahan oleh KPK berarti KPK sudah memiliki cukup alat bukti,” ujarnya. (tribun netwrork/zal/ilh)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved