Cukur Rambut Kemaluan Ternyata Memiliki Risiko yang Tinggi

Moms, rambut kemaluan menjadi salah satu bagian tubuh yang biasa Moms perhatikan.

TRIBUNNEWS
ilustrasi vagina 01 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Moms, rambut kemaluan menjadi salah satu bagian tubuh yang biasa Moms perhatikan.

Namun terkadang Moms merasa terganggu dengan itu lantaran mengganggu penampilan daerah kewanitaan.

Lalu, Moms akan memutuskan untuk melakukan waxing atau mencukurnya.

Benarkan Moms?

Tapi Moms, ternyata mencukur rambut kemaluan mempunyai dampak negatif lho.

Untuk dietahui, walau tidak dilarang mencukur atau waxing bulu kemaluan wanita, alangkah baiknya Moms mengetahui lebih jauh mengenai pubic hair atau yang biasa dikenal dengan rambut kemaluan ini.

Menurut Dr Vanessa Mackar, Konsultan Obstetrician dan Ginekolog dari Royal College of Obstetricians and Gynecologists, Inggris, melansir dari Kompas.com, rambut kemaluan wanita yang berada di sekitar vagina mempunyai tugas penting bagi kesehatan vagina.

Menurutnya, "Rambut kemaluan menjadi penghalang alami untuk menjaga kebersihan, untuk mengurangi kontak dengan virus dan bakteri, dan untuk melindungi kulit halus vulva."

Masih menurut Mackar, rambut kemaluan juga berfungsi untuk mencegah partikel asing seperti; debu dan bakteri patogen bisa masuk ke tubuh melalui daerah kemaluan.

Selain itu, rambut di area vagina juga membantu mengontrol kelembapan area yang menurunkan risiko infeksi jamur.

Halaman
123
Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved