2020, 99 Desa di Minahasa Akan Laksanakan Pemilihan Hukum Tua

Sebanyak 99 dari 227 desa yang tersebar di Kabupaten Minahasa dipastikan bakal melaksanakan Pemilihan Hukum Tua tahun 2020 mendatang

2020, 99 Desa di Minahasa Akan Laksanakan Pemilihan Hukum Tua
tribun manado/andreas ruaw
Para hukumtua saat mengikuti apel pagi di kantor bupati minahasa 

2020, 99 Desa di Minahasa Akan Laksanakan Pemilihan Hukum Tua

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Sebanyak 99 dari 227 desa yang tersebar di Kabupaten Minahasa dipastikan bakal melaksanakan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) gelombang terakhir di tahun 2020 mendatang.

Diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan dan Desa Kabupaten Minahasa Jeffry Sajow jalannya layanan pemerintahan di 99 Desa yang akan melangsungkan Pilhut Serentak. Masih di jabat oleh Pelaksana tugas (Plt) atau Penjabat Hukum Tua.

"Ini Pilhut gelombang terakhir di periode ini. Jadi kita akan gelar pelaksanaan Pilhut Serentak di 99 Desa yang masih di jabat oleh Penjabat Hukum Tua," ungkap Sajow.

Baca: Prajurit AS Asli Ponorogo Emosional Kembali ke Indonesia

Dirinya juga menyebutkan, untuk anggarannya akan coba ditata dalam APBD Perubahan (APBD-P) tahun ini.

"Nanti untuk anggaran operasionalnya, kita akan coba tata anggarannya di APBD-P. Namun, jika tak memungkinkan, nanti dimasukkan dalam APBD Induk 2019. Dan anggaran pelaksanaan Pilhut ini tidak sedikit,” imbuhnya.

Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Denny Mangala menjelaskan, Pilhut gelombang akhir ini bakal dilaksanakan tahun depan berdasarkan parameter yang menjadi syarat desa.

“Parameternya adalah, penjabat atau Plt kumtua di desa tersebut, masuk masa prioritas maka wajib dilaksanakan pemilihan. Kedua, mungkin ada masalah lain di desa yang mengharuskan untuk segera melaksanakan Pilhut, seperti penjabat yang sudah tidak disukai masyarakat setempat," jelas Mangala.

Baca: Bara Hasibuan Lawan Pernyataan Amien Rais, Tegaskan PAN Tak Ikut Gerakan People Power

Lanjutnya, dalam pelaksanaan Pilhut tahun depan, ketentuannya masih seperti pelaksanaan yang sebelumnya, bahwa tidak ada kampanye mengarah ke Money Politics.

"Sejatinya, Pilhut tidak ada pesta pora, membuat bangsal, mengumpul masa dan tim sukses, tidak ada money politik dan bagi-bagi sembako serta sebagainya," tutup Mangala.

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved