Pemilik Tambang Ilegal Tewas Tertimbun Tanah di Lokasi Lubang Usaha Miliknya

Jakaria (43), si pemilik tambang timah ilegal tertimbun tanah di lubang camui tambang miliknya

Pemilik Tambang Ilegal Tewas Tertimbun Tanah di Lokasi Lubang Usaha Miliknya
Pixabay.com
Ilustrasi tewas 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jakaria (43), si pemilik tambang timah ilegal asal Kelurahan Airasam Kecamatan Belinyu itu tertimbun tanah di lubang camui tambang miliknya sendiri di Desa Kecamatan Gunung Pelawan Belinyu.

Kabar kematian si pemilik tambang menyebar ke berbagai pelosok.

Kepala Desa (Kades) Gunung Pelawan, Chiungkim dikonfirmasi Bangka Pos, Kamis (2/5/2019 mengatakan, ia tak pernah memberi ijin pada penambang yang dimaksud.

Ketika terjadi kecelakaan kerja di tambang itu, Chiungkim menyebut, tak tahu kronologisnya secara jelas.

"Yang pasti bahwa pemilik TI tidak pernah lapor ke saya. Saat kejadian (tertimbun) saya sedang di luar kota," katanya.

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kabag OPS Kompol S Sophian, Kamis (2/5/2019) menyebutkan, korban tertimbun tanah di tambang sendiri, Rabu tanggal 1 Mei 2019 sekitar pukul 12.30 WIB di Kawasan Stasiun VI Desa Gunung PelawanBelinyu.

"Telah terjadi laka tambang (tertimbun tanah longsor) yang mengakibatkan salah satu pekerja dan sekaligus pemilik tambang atas nama JK (Jakaria -red), Warga Jalan Lurus Kelurahan Airasam Kecamatan Belinyu meninggal dunia di TKP (camui lubang tambang)," katanya.

Baca: Sandiaga Keluhkan Kendala Laporkan Dana Kampanye, Lewat Sidakam KPU

Pada saat itu, korban dan dua orang rekannya, EW dan PN sedang berkerja di lubang camui.

Posisi korban bekerja di bagian bandar camui pada kedalaman sekitar 6 meter dari lebar 20 meter.

Sementara rekannya, EW sedang menyemprot tanah dan PN sedang mencangkul tanah.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved