Mendagri: Saya Minta Ibu Sri Wahyumi untuk Kooperatif Ikuti Proses Hukum

Tjahjo Kumolo meminta Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip untuk taat pada proses hukum yang sedang dijalani.

Mendagri: Saya Minta Ibu Sri Wahyumi untuk Kooperatif Ikuti Proses Hukum
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj
Bupati Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara Sri Wahyumi Maria Manalip (kanan) berjalan dengan pengawalan petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/4/2019). Sri Wahyumi Maria Manalip diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait proyek pembangunan pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Bupati Talaud yang beberapa waktu lalu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sri Wahyumi Maria Manalip untuk taat pada proses hukum yang sedang dijalani.

Sri Wahyumi sudah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan penerimaan suap atas proyek revitalisasi dua pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Saya minta Ibu Sri Wahyumi untuk kooperatif mengikuti jalannya proses hukum oleh KPK karena KPK dalam melakukan operasi tangkap tangan pasti memiliki bukti yang cukup serta kuat,” ungkapnya saat ditemui di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (2/5/2019).

Baca: KPU Bolmong Targetkan Rapat Pleno Kabupaten Selesai Hari Ini

Mendagri mengaku prihatin dengan tertangkapnya Sri Wahyumi dalam dugaan kasus suap.

Ia mengaku akan segera menunjuk Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai pelaksana tugas Bupati.

“Hal itu harus segera dilakukan supaya tak ada kekosongan kekuasaan di Kabupaten Talaud,” pungkasnya.

Baca: Bupati Sri Wahyumi Tersangka: KPK Identifikasi 7 Paket Proyek di Pemkab Talaud

Sri Wahyumi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 hurut b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo (Istimewa)

KPK mengamankan sejumlah barang seperti tas merk Channel senilai Rp 97,36 juta, jam tangan merk Rolex senilai Rp 224,5 juta dan tas merek Balenciaga senilai Rp 32,99 juta.

Kemudian anting berlian merk Adelle senilai Rp 32,07 juta, cincin berlian merk Adelle senilai Rp 76,92 juta dan uang tunai sekitar Rp 50 juta.

 Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Basaria Panjaitan menyatakan Bupati Talaud, Sulawesi Utara Sri Wahyumi Maria Manalip diduga sering cawe-cawe proyek di Pemkab Talaud sejak lama.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved