Jubir Mahkamah Agung Benarkan Suami Bupati Sri Wahyumi adalah Seorang Hakim

Juru Bicara Mahkamah Agung Andi Samsan Nganro, mengungkapkan Sri Wahyumi Manalip mempunyai seorang suami yang berprofesi sebagai hakim..

Jubir Mahkamah Agung Benarkan Suami Bupati Sri Wahyumi adalah Seorang Hakim
KOMPAS IMAGES / DHONI SETIAWAN
Gedung Mahkamah Agung. 

Dalam kasus ini, Sri Wahyumi Manalip tidak sendirian, KPK menetapkan pengusaha sekaligus orang kepercayaan sang bupati, Benhur Lalenoh (BNL) sebagai tersangka.

Selain itu, KPK pun menetapkan pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo (BHK) sebagai tersangka pemberi suap.

Sri Wahyumi Manalip diduga menerima sejumlah barang mewah dari mulai tas hingga perhiasan.

Petugas KPK menunjukkan barang bukti terkait kasus Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip yang terjaring OTT KPK, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019). KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Bupati Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, pengusaha Benhur Lalenoh, dan pengusaha Bernard Hanafi Kalalo serta mengamankan barang bukti senilai Rp 513 juta dalam bentuk uang tunai, tas, jam tangan, serta berlian terkait suap pengadaan barang atau jasa di Pemerintah Kabupaten Talaud. Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas KPK menunjukkan barang bukti terkait kasus Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip yang terjaring OTT KPK, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019). KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Bupati Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, pengusaha Benhur Lalenoh, dan pengusaha Bernard Hanafi Kalalo serta mengamankan barang bukti senilai Rp 513 juta dalam bentuk uang tunai, tas, jam tangan, serta berlian terkait suap pengadaan barang atau jasa di Pemerintah Kabupaten Talaud. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Dalam kasus tersebut, KPK pun menyita barang bukti barang-barang mewah yang akan diserahkan Bernard Hanafi Kalalo kepada Sri Wahyumi Manalip.

Ada pun barang yang disita KPK berupa tas merk Channel senilai Rp 97,36 juta, jam tangan merk Rolex senilai Rp 224,5 juta, dan tas merek Balenciaga senilai Rp 32,99 juta.

Kemudian anting berlian merk Adelle senilai Rp 32,07 juta, cincin berlian merk Adelle senilai Rp 76,92 juta, dan uang tunai sekitar Rp 50 juta.

Peristiwa bermula saat proyek revitalisasi pasar Lirung dan Pasar Beo masuk dalam anggaran pengadaan barang dan jasa Kabupaten Talaud tahun 2019.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan, pada awalnya, Sri Wahyumi diduga meminta fee sekitar 10 persen kepada kontraktor terkait dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Meski demikian KPK belum mengungkap secara rinci berapa nilai proyek revitalisasi itu.

"Tim KPK mendapatkan informasi adanya pemintaan fee 10 persen dari bupati melalui BNL (Benhur Lalenoh) sebagai orang kepercayaan bupati kepada kontraktor untuk mendapatkan proyek pekerjaan di Kabupaten Talaud," kata Basaria Panjaitandalam jumpa pers di Gedung KPK, Selasa (30/4/2019) malam dikutip dari kompas.com.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved