Bupati Minsel Tetty Paruntu Tanggapi Kasus yang Menimpa Sri Wahyumi: Harus Tetap Kuat di Dalam Tuhan

Bupati Christiany Eugenia Paruntu mengatakan sangat prihatin dan semoga SWM tabah dan kuat menghadapi proses hukum ini.

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: David_Kusuma
tribunmanado.co.id/Andrew Pattymahu
Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu 

Bupati Sri Wahyumi Ditahan KPK, Bupati Minsel Tetty Paruntu: Harus Tetap Kuat di Dalam Tuhan

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip Talaud resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, lantaran diduga menerima suap barang mewah dari salah satu kontraktor.

Kasus ini mengundang keprihatinan dari sejumlah pihak apalagi Bupati SWM tinggal 2 bulan menjabat sebagai kepala daerah.

Bupati Christiany Eugenia Paruntu mengatakan sangat prihatin dan semoga SWM tabah dan kuat menghadapi proses hukum ini.

"Ibu SWM harus tetap kuat didalam Tuhan," kata dia, Kamis (2/5/2019).

Di satu sisi Bupati Minahasa Selatan (Minsel) ini juga meminta kepada pihak-pihak ketiga tidak ada lagi yang memberi gratifikasi kepada pejabat-pejabat.

Biarlah kata dia pihak ketiga harus mengikuti aturan yang benar dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

"Senoga beliau terus kuat. Harus selalu kuat di dalam Tuhan," pungkasnya.

Baca: Mengenal Kepulauan Talaud yang Bupatinya Sri Wahyumi Ditangkap KPK, Kenapa Dijuluki Porodisa?

Baca: 5 Fakta Pasca-Penangkapan Bupati Talaud Sri Wahyumi, Suami-Anak Kurung Diri hingga Pengakuan SWM

Baca: Sri Wahyumi Ditahan KPK, Petrus Tuange Terima SK Plt Bupati Talaud, Wagub: Pelayanan Harus Berjalan

Seperti diberitakan tribunmanado.co.id, Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip membantah menerima suap dan hadiah sebagaimana yang disangkakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Hal itu diungkapkan Sri Wahyumi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK.

"Biar masyarakat Indonesia tahu bahwa yang dituduhkan kepada saya, bahwa saya menerima hadiah, saya tidak pernah menerima hadiah apapun yang dituduhkan kepada saya. Bisa saya buktikan nanti di persidangan," kata Sri Wahyumi saat memasuki mobil tahanan KPK, Rabu (1/5/2019) dini hari.

Sri Wahyumi merasa heran mengapa ia dibawa oleh KPK. Ia juga membantah penerimaan hadiah itu terkait dua proyek revitalisasi pasar.

Bupati Talaud Sri Wahyumi
Bupati Talaud Sri Wahyumi (INSTAGRAM SWMANALIP)

"Tidak ada itu, saya tidak tahu, karena ini kan saya dituduhkan menerima hadiah. Saya di Talaud, hadiah itu di mana, saya tidak menerima hadiahnya. Saya juga bingung," ujar dia.

Sri ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK.

Sri Wahyumi diduga meminta fee sekitar 10 persen kepada kontraktor terkait dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved