Kesehatan

AWAS - Jantung Rematik Juga Bisa Mengancam Anak Anda, Penyebabnya Bisa Karena Hal Ini

Gangguan kesehatan ini kerap mengancam anak-anak di negara miskin dan berkembang dengan rentan usia 5-15 tahun.

AWAS - Jantung Rematik Juga Bisa Mengancam Anak Anda, Penyebabnya Bisa Karena Hal Ini
Ilustrasi 

TRIBUNNABADO.CO.ID - Jantung rematik merupakan kondisi di mana terjadi kerusakan pada katup-katup jantung, sebagai komplikasi lanjutan dari demam rematik.

Sebagian orang tentu sudah kenal dengan penyakit jantung koroner atau serangan jantung yang mematikan. Namun, tahukan Anda tentang penyakit jantung rematik (PJR)?

Gangguan kesehatan ini kerap mengancam anak-anak di negara miskin dan berkembang dengan rentan usia 5-15 tahun.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. BRN. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) menjelaskan, demam rematik terjadi akibat infeksi tenggorokan oleh kuman streptokokus grup A hemolitikus.

Baca: Pria Ini Kaget Istrinya Bawa 2 Anak dan Minta Cerai saat Pulang jadi TKI Selama 7 Tahun

"Diagnosisnya sulit. Mulanya dari infeksi tenggorokan. Bila tak ditangani secara tuntas, kuman streptokokus itu masuk melalui tenggorkan dan menyerang katup jantung," jelas Ario di kantor Yayasan Jantung Indonesia (YJI) di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

"Jadi ada cross reaction antara kuman dengan alirah darah. Kalau sakit berulang-ulang, badan akan beradaptasi dengan benda asing yang nempel, sehingga terjadi peradangan di katup" imbuhnya.

Baca: Pujian Setinggi Langit Ivan Kolev pada Marko Simic Setelah Rentetan Hasil Buruk yang Diraih Persija

Ario melanjutkan, pada penderita PJR, katup tidak dapat membuka dan menutup secara baik, sehingga mengganggu pemompaan aliran darah keseluruh tubuh sampai katup jantung bocor.

"Jadi tidak sepele. Bisa sebabkan kematian," tuturnya.

Siapa yang Berisiko Terinfeksi?

Dokter yang berpraktik di RS Harapan Kita ini menyebutkan, PJR lebih mudah terjadi pada anak berusia 5-15 tahun, mereka yang tinggal di lingkungan yang padat dan kumuh, serta mereka yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan.

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved