Karding Siap Tanggung Jawab soal PAN Minta Jatah

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding bersikukuh soal informasi Partai Amanat Nasional (PAN) meminta jatah kursi

Karding Siap Tanggung Jawab soal PAN Minta Jatah
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Abdul Kadir Karding 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding bersikukuh soal informasi Partai Amanat Nasional (PAN) meminta jatah kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kepada Presiden Joko Widodo. Abdul Karding bahkan berani bertanggung jawab soal kebenaran informasi tersebut.

Beredar informasi PAN melobi Presiden Joko Widodo untuk mengamankan kursi pimpinan MPR periode 2019-2024. Informasi tersebut berasal dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu.

Abdul Karding mengklaim mendapatkan informasi tersebut dari pihak Istana. Karding bahkan berani mempertanggung jawabkan informasi yang dia peroleh.

"Saya berani mempertanggung jawabkan memang Pak Zulkifli membisiki Pak Jokowi PAN meminta bagian untuk pimpinan MPR. Saya berani bertanggung jawab soal itu," ujar Karding di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (1/5).

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno membantah partainya melakukan lobi ke Jokowi untuk mendapatkan jatah pimpinan MPR. Karding heran lantaran PAN enggan mengakui soal permintaan itu.

"Saya tidak mengerti. Saya menyampaikan fakta yang saya dengar. Soal PAN menolak atau malu-malu, itu urusan PAN. Niat saya baik supaya proses politik terbuka dan kita betul-betul berdasarkan niat baik. Kalau mau bareng, ayo bareng. Kalau tidak mau, ya sudah. Yang jelas," tutur Karding.

Abdul Karding menilai PAN akan beruntung jika bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja. Bagi KIK, bergabungnya PAN membuat jumlah partai politik yang bergabung untuk mendukung Joko Widodo dan Maruf Amin bertambah.

"Jumlah koalisinya jadi lebih besar," kata Karding.

Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat memiliki peluang besar untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja. Karding bahkan mengatakan semua partai politik yang berseberangan dengan kubu Jokowi-Maruf pada pemilihan presiden 2019 bisa bergabung dengan KIK.

"Saya melihat yang punya peluang besar ke depan adalah PAN dan Demokrat," ujar Karding.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved