Religi

Inilah Riwayat Hidup Almarhum Pastor Chris Sumarandak

Pastor Berty Tijow MSC, Supda MSC Sulawesi Kalimatan Timur (Sul-Kaltim) memberikan data riwayat hidup Pastor Chris Sumarandak MSC.

Inilah Riwayat Hidup Almarhum Pastor Chris Sumarandak
ISTIMEWA
Ketua Unio Keuskupan Agung Makassar Berdoa untuk Arwah Pastor Chris Sumarandak 

Inilah Riwayat Hidup Almarhum Pastor Chris Sumarandak

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pastor Berty Tijow MSC, Supda MSC Sulawesi Kalimatan Timur (Sul-Kaltim) memberikan data riwayat hidup Pastor Chris Sumarandak MSC.

Dalam judul "in memoriam Pastor Christofel Julius Sumarandak MSC (Pastor Chris)", ia menceritakan soal Pastor Chris.

"Pastor Chris, demikian sapaan akrabnya, lahir di Tondano, pada tanggal 6 Agustus 1962, dari pasangan suami-istri, Bapak Frans Sumarandak (Alm) dan Ibu Ketsya Abidan Pogalin (Alma). Terlahir sebagai anak pertama dengan 3 orang adik sebagai berikut: 1) Deysi Sumarandak (Kel. Mamalu-Sumarandak) di Bitung, 2) Johny Sumarandak (Kel. Sumarandak-Saune) di Lirung, Talaud dan 3) Joice Sumarandak/Sr. Karmelia PBHK di Pemalang. Selain keluarga kandung, P. Chris juga menjadi bagian (anak ‘angkat’) sebagai anak tertua dalam Keluarga Paul Sumapow dan Ibu Betty Luntungan di Tumaluntung, dengan adik-adik: 1) Lusye Sumapouw (Kel. Rompis-Sumampow) di Jakarta, 2) Merlin Sumapow (Kel. Watuseke-Sumapow) di Manado dan 3). Meidy Sumampow (Kel. Sahari-Sumampow) di Tumaluntung," katanya.

Chris menjalani masa pendidikan sebagai berikut SD pada SD Katolik Rurukan (1969-1975), SMP pada SMP Kristen Rurukan (1975-1978), SMA pada SMA Don Bosco Bitung (1978-1981).

"Perjalanan menuju Imamat dimulai di Seminari Agustinianum Tomohon ( 1981-1983), kemudian masuk Seminari Tinggi “Hati Kudus’ Pineleng, Tahun Propadeuse (1983-1984), dan selanjutnya di Novisiat MSC “Sananta Sela” Karanganyar (1984-1985) dengan mengikrarkan Kaul Pertama sebagai MSC pada tanggal 15 Juli 1985. Setelah profesi pertama, kembali ke Pineleng untuk studi Filsafat-Teologi (1985-1991). Menjalani Masa Tahun Pastoral di Paroki ‘Kristus Raja”, Kotamobagu pada tahun 1987-1988. Pada tanggal 27 Januari 1990 mengikrarkan Kaul Kekal sebagai MSC di Skolastikat MSC Pineleng dan pada tanggal 4 Januari 1991, Chris menerima tabhisan Diakon di Seminari Tinggi Pineleng. Setelah menyelesaikan masa pembinaan (Juni 1991), Chris menjalani masa Tahun Diakonal di Paroki ‘Santu Petrus’ Langoan, Juli 1991- Januari 1992. Akhirnya pada tanggal 11 Januari 1992 ditabhiskan sebagai imam oleh Mgr. Josef Suwatan di Gereja “Hati Tersuci” Katedral Manado," ujarnya.

Sebagai neomis, Chris mulai bekerja di Paroki “Santa Familia” Mangaran (1992-1997). Setelah menjalani masa cuti, Chris menjalani perutusan di Keuskupan Ambonia sebagai Pastor Paroki Saumlaki (1997-2002). Selesai menjalani perutusan di Keuskupan Amboina, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2002, P. Chris menjalani tugas perutusan di Keuskupan Tanjung Selor, sebagai pastor Paroki “Eugenius de Mazenood” Tanjung Redep. Pada tanggal 1 Agustus 2015, P. Chris menyelesaikan tugas sebagai Pastor Pembantu “Paroki Sungai Kayan” dan Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Tanjung Selor. Pada tahun tanggal 6 September 2005, P. Chris mula-mula menjalani tugas sebagai Pastor Paroki “Siti Maryiam” (2005-2007) kemudian sebagai Penanggungjawab Pusat Pastoral Kevikepan Lawu dan sebagai Vikaris Episkopalis (Vikep) Luwu (2007-2011).

"Pada tahun 2012, P. Chris pindah tempat tugas ke wilayah Keuskupan Manado dengan tinggal sementara waktu di Biara Pal 3 Manado. Pada Awal 2013 , ia membantu Paroki “Ratu Rosari Suci” Tuminting, hingga pertengahan 2013 ia dipercayakan menangani Bengkel Pal 3. Pada akhir 2014, ia mulai berurusan dengan masalah kesehatan dan harus dirawat di Jakarta. Pertengahan 2016, kondisi kesehatannya berangsur pulih dan untuk sementara waktu ia membantu pelayanan di Paroki Tuminting," katanya.

Setelah sembuh dari sakit dan merayakan HUT Imamat ke-25 (Januari 2017), P. Chris bertugas kembali di paroki sebagai pastor rekan di Paroki ‘Sta. Maria” Palu (Januari 2017 – Juli 2018). Mulai Januari 2018, penyakitnya kambuh kembali dan mulai menjalani perawatan di Jakarta. Pada akhir Juli 2018, P. Chris pindah ke Biara “Hati Kudus” Pal 3 – Karombasan untuk menjalani perawatan dari sakitnya. Pada tanggal 11 Februari, ketika hendak kontrol ke RS ‘St. Carolus”, P. Chris tidak diizinkan lagi untuk melakukan penerbangan dan sejak itu, P. Chris menjalani perawatan di RS Siloam Manado dengan kondisi kesehatan yang semakin menurun. Akhirnya pada Senin, 29 April 2019, pada pukul 12.15 wita, P. Chris mengembuskan nafas yang terakhir dgn umur 56 thn 8 bulan 23 hari. (Sebagai MSC 33 thn dan sebagai imam 27 thn lebih).

(Tribun Manado/David Manewus)

BERITA POPULER:

Baca: 4 Fakta Bos BUMN Meninggal di Hotel Setelah Berhubungan Intim dengan PSK, CCTV Jadi Saksi!

Baca: Sikapi Video Viral Siap Presiden Elite TKN 01, Dahnil: Orang yang Tidak Tahu Berterima Kasih

Baca: Nama Yusuf Subrata Kembali Diperbincangkan, Bagaimana si Kabar Mantan Suami Cut Tari Itu?

TONTON JUGA:

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved