Pedagang Korban Kebakaran Pasar Girian Mulai Bangun Lapak

Pedagang tampak ramai-ramai membangun lapak. Petak-petak lapak mulai terlihat. Tiang-tiang masih terbuat dari kayu.

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Girian Mulai Bangun Lapak
Tribun manado/finneke wolajan
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Girian Mulai Bangun Lapak 

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Girian Mulai Bangun Lapak

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Pedagang korban kebakaran Pasar Girian Kota Bitung mulai membangun lapar mereka kembali. Terpantau Selasa (30/4/2019), lokasi bekas kebakaran telah berdiri tiang-tiang bangunan.

Pedagang tampak ramai-ramai membangun lapak. Petak-petak lapak mulai terlihat. Tiang-tiang masih terbuat dari kayu. Ada pula menutup bagian atas dengan terpal.

Baca: Wabup Talaud Petrus Tuange, Terima Informasi dari Sespri dan Ajudan Terkait Penangkapan Sri Wahyumi

Para pedagang mengaku segera membangun lapak untuk jualan agar sudah ada penghasilan. Sebab banyak kebutuhan hidup yang menanti seperti arisan, setoran bank, serta kebutuhan sehari-hari.

Suryani Hasanati (51) misalnya, tak mau berlama-lama meratapi peristiwa kebakaran Pasar Girian yang melalap abis lapaknya. Ia langsung membangun kembali lapaknya meski masih darurat.

"Langsung jualan lagi, biar modal kecil-kecil dulu," ujar wanita paruh baya berkerudung ini, Kamis (25/4/2019) malam. Dagangan karpet, perlengkapan sekolah dan pakaiannya seharga Rp 75 juta ludes. Padahal ia baru saja menyetok barang Rp 30 juta.

"Untuk ada uang Rp 1,5 juta di saku. Sudah sempat laku segitu," ujarnya. Dengan modal sedikit, ia akan membeli barang berupa kaos kaki, seragam. Pokoknya barang yang memungkinkan dengan modal seadanya. "Nanti tambah-tambah," ujarnya.

Baca: Sikapi Video Viral Siap Presiden Elite TKN 01, Dahnil: Orang yang Tidak Tahu Berterima Kasih

Suryani harus segera jualan lagi, karena hanya itu mata pencaharian keluarganya. Ia sudah jualan sejak tahun 1987. Suaminya sudah kena PHK. Sementara ada anak-anak sekolah yang harus dibiayai. "Mau bayar arisan juga, setoran bank," ujarnya. Suryani berharap ia bisa mendapat rezeki lebih setelah peristiwa ini. (fin)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved