Kriminal

Oknum PNS Cabuli Gadis 14 Tahun Sebanyak 3 Kali sampai Pingsan

Ayah korban mengatakan bahwa anaknya mengaku dipaksa dan diancam akan dibenturkan ke tembok, jika menolak ajakan HW.

Oknum PNS Cabuli Gadis 14 Tahun Sebanyak 3 Kali sampai Pingsan
Tribun Bali
Ilustrasi Oknum PNS 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib buruk terjadi pada seorang gadis berusia 14 tahun yang menjadi korban pencabulan, diduga dilakukan seorang oknum PNS Pemprov Kalimantan Barat (Kalbar).

Terduga pelaku pencabulan terhadap gadis 14 tahun tersebut telah dilaporkan ke Polda Kalbar.

Terduga pelaku diketahui adalah seorang PNS Pemprov Kalbar berinisial HW (53).

Ia dilaporkan ke Polda Kalbar pada Minggu (28/4/2019).

Ayah korban mengatakan bahwa anaknya mengaku dipaksa dan diancam akan dibenturkan ke tembok, jika menolak ajakan HW.

“Anak saya ini dipaksa."

"Kalau tak mau diperkosa, nanti kepalanya dibenturkan ke dinding."

"Anak saya dipaksa dan diancam,” kata ayah korban, PN, yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen.

PN, yang juga penderita disabilitas ini, mengatakan, anaknya sempat hilang sejak Rabu (24/4/2019).

Bahkan, dirinya sempat melapor ke Polsek Pontianak Barat untuk mencari anaknya.

Sementara itu, ibu korban, IP mengatakan, anaknya pergi dari rumah tanpa memberitahu pihak keluarga.

Kepergiannya sang anak pun tanpa alasan.

“Tidak ada masalah apa-apa. Cuma tak tahu kenapa dia pergi dari rumah,” ucapnya.

Setelah dilakukan pencarian selama lima hari, pihak keluarga kemudian berupaya mencari korban melalui media sosial.

Akhirnya, pihak keluarga mengetahui keberadaan korban di daerah Pontianak Tenggara.

Saat ditemukan, ibu korban mengaku anaknya ketakutan setiap kali melihat dirinya.

Bahkan, beberapa kali jatuh pingsan.

Baca: Sikapi Video Viral Siap Presiden Elite TKN 01, Dahnil: Orang yang Tidak Tahu Berterima Kasih

Baca: Kisah Polwan - polwan Cantik Yang Viral, Ada yang Jadi PSK dan Pulang Subuh Pakai Pakaian Seksi

Baca: Fakta Pramugari Tidak Puas Gaji Sedikit, Sampai Jadi PSK Layani Pilot & Penumpang

“Dia takut melihat saya, (padahal) mamaknya sendiri."

"(Seperti) Ndak kenal. Malah nangis,” tambahnya.

Menurut pengakuan anaknya, terduga pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh sebanyak tiga kali.

Hal itu dilakukan di salah satu hotel melati di Kota Pontianak.

“Ndak ade (cerita). Cuma kalau ditanya, (dia) pingsan."

"Setiap ditanya, pingsan."

"Dia takut dengan laki-laki,” tuturnya.

Namun, korban juga bercerita kepada ibu angkatnya, bahwa dirinya sempat diperkosa oleh pelaku.

Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Veris Septiansyah menyampaikan, awalnya pihaknya menerima laporan kehilangan anak.

Laporan tersebut disampaikan seorang anggota keluarga.

“Lima hari yang lalu, korban meninggalkan rumah."

"Lalu ditemukan tadi siang (Minggu) sekitar jam dua oleh teman-teman kita di lapangan, dan ditemukannya pun di salah satu hotel di Pontianak,” ucapnya.

Veris menegaskan, saat petugas kepolisian menemukannya, korban bersama seorang laki-laki berinisial HW.

“Jadi setelah dibawa ke Polda, dan diinterogasi, pelaku mengaku bahwa dirinya telah menyetubuhi korban."

"Diajak berbuat tidak senonoh,” imbuhnya.

Veris menjelaskan bahwa korban tidak diculik.

Sebab, berdasarkan keterangan keluarga korban, korban keluar dari rumah.

“Saat ini, kita sedang mencari keterangan lainnya, apakah betul dia ini diculik, kemudian dipekerjakan, atau diperkosa, atau bagaimana."

"Ini yang belum selesai kita lakukan penyelidikan,” ucap mantan Kapolres Bengkayang itu.

Dia juga mengatakan, kondisi korban saat ini masih mengalami trauma berat.

Sehingga, korban belum dapat dimintai keterangan.

Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, terkait motif, serta bagaimana korban bisa berjumpa dengan pelaku.

“Pelakunya sendiri."

"Jika kita lihat di KTP, dia adalah seorang PNS."

"Kita hanya melihat fakta ya. Di KTP-nya itu PNS."

"Pelaku pun berdomisili di Pontianak,” katanya.

Terduga oknum PNS itu terancam dijerat dengan pasal UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.

Menariknya, Gubernur Kalbar, Sutarmidji menegaskan ketika dikonfirmasi terkait sanksi PNS terlibat cabul ini, akan langsung dipecat dengan tidak hormat, karena telah mempermalukan Pemprov Kalbar.

"Saya minta pihak kepolisian teruskan proses hukum."

"Kalau terbukti bersalah akan kita berhentikan dia dengan tidak hormat," tandas Midji, Senin (29/4/2019).

Ia pun meminta, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar mengawal kasus tersebut dan agar ada penegakan hukum.

Sebab, korbannya masih anak di bawah umur.

"KPPAD harus kawal kasus ini agar ada penegakan hukum."

"Kalau terbukti bersalah, ini oknum PNS otaknye sangsot (kacau)," tukas Midji.

Tautan: http://lampung.tribunnews.com/2019/04/30/gadis-14-tahun-dicabuli-oknum-pns-korban-sampai-takut-melihat-ibu-kandung-setelah-5-hari-hilang?page=all

Editor: Yulius Moningka
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved