Jika Terbukti Bersalah, Hanura akan Pecat Bupati Sri Wahyuni dari Keanggotaan Partai

Harry Lontung mengatakan pihaknya tidak akan mengintervensi proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sri Wahyuni

Jika Terbukti Bersalah, Hanura akan Pecat Bupati Sri Wahyuni dari Keanggotaan Partai
(Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Sri Wahyumi Manalip sewaktu ditemui di Manhatan Hotel, Jakarta, Jumat (19/1/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekretaris Jenderal Partai Hanura Harry Lontung mengatakan pihaknya tidak akan mengintervensi proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terhadap Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sri Wahyuni Maria Manalip.

Sri Wahyuni merupakan kader Partai Hanura.

"Prinsipnya ini proses hukum. Kami tidak akan intervensi, kami serahkan saja," ujar Harry di Jalan Taman Patra XII, Selasa (30/4/2019).

Sekretaris Jenderal Partai Hanura Harry Lontung Siregar ketika ditemui di Jalan Taman Patra XII, Selasa (30/4/2019). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )
Jika Bupati Sri terbukti bersalah, Harry memastikan partai akan memberikan sanksi sesuai mekanisme yang berlaku
Sanksi terberat yang akan dikeluarkan adalah dipecat dari keanggotaan partai.

"Pasti akan kami keluarkan," ujar Harry.

Baca: Bupati Talaud Sri Wahyumi Ditangkap KPK, Begini Tanggapan Pengamat Hukum

Dia juga menegaskan bahwa Partai Hanura tidak akan memberikan bantuan hukum untuk Sri.

Sebelumnya, Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, Selasa (30/4/2019).

Tim juga mengamankan lima orang lainnya di sejumlah lokasi.

KPK menduga ada pemberian hadiah berupa tas, jam dan perhiasan berlian.

"Diduga telah terjadi transaksi terkait pengadaan atau proyek di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud. Diduga hadiah yang diberikan berupa tas, jam dan perhiasan berlian dengan nilai sekitar ratusan juta rupiah," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif melalui keterangan tertulis, Selasa.

Kemendagri Tak Kaget

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved