Buruh dan Pengusaha Harus Profesional
Jelang peringatan Hari Buruh Internasional May Day tepat pada tanggal 1 Mei 2019,Tema Together We Grow terus dikumandangan oleh serikat buruh di Sulut
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Chintya Rantung
Buruh dan Pengusaha Harus Profesional
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Jelang peringatan Hari Buruh Internasional May Day tepat pada tanggal 1 Mei 2019, Tema Together We Grow terus dikumandangan oleh serikat buruh di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Menurut Ketua Serikat buruh sejahtera Indonesia (SBSI) Sulut Lucky Ch M Sanger momentum May Day merupakan hari untuk mengisi sesuatu hal dengan yang positif dan bukan untuk demonstrasi sehingga tema yang diusung bisa kena.
Baca: BREAKING NEWS: Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Dikabarkan Ditangkap KPK, Ini Foto-foto Beredar
"Kehadiran serikat pekerja untuk menjadi mitra bagi pengusaha agar tujuan bersama bisa tercapai. Pengusaha adalah Mitra pekerja dalam meningkatkan profit perusahan dan meningkatkan kesejahtraan pekerja didalamnya karena keduanya sama-sama saling membutuhkan," tutur Lucky, Selasa (30/4/2019).
Keberadaan serikat pekerja juga adalah mitra pemerintah dalam menopang pembangunan sehingga pekerja juga diharapkan menjadi bagian dalam pembangunan Nasional dengan meningkatkan produktivitas kerja yang baik. Pekerja juga diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang harmonis dan menopang iklim investasi guna tercapainya tujuan pembangunan Nasional.
"Serikat pekerja harus tingalkan ego. Begitu juga pengusaha, bersama-samalah mencapai kesejahteraan dalam perkanjian kerja bersama," tegasnya.
Wakil ketua bidang pendidikan dan pelatihan Korwil SBSI Sulut Stenly Pakasi menambahkan, peringatan May Day sebaiknya diratakan dengan hal-hal yang membangun bangsa dan negara dengan meningkatkan produktivitas, bangun komunitas yang baik serta mengawal iklim investasi.
"Pekerja dididik dan dilatih agar dapat bekerja dengan baik dan diharapkan pengusaha juga dapat berikan kompensasi dalam bentuk kesejahteraan serta tidak alergi dengan keberadaan serikat buruh," jelas Pakasi.
Baca: Bupati Talaud Sri Wahyumi Ditangkap KPK, Sekda Talaud: Tiba-tiba, Saya tak Lihat
Keberadaan serikat buruh lagi kata Pakasi, bukanlah melakukan unjuk rasa ataupun demo melainkan untuk memperjuangkan hak buruh dengan cara pelatihan agar bisa bekerja secara profesional.
SBSI Sulut mengajak seluruh buruh di momen peringatan hari buruh Internasional bisa mengisi dengan sesuatu hal yang positif dan membangun bangsa dan negara secara profesional. Kerja dengan semangat, topang investasi, pemerintah dan aparat keamanan dalam mengawali situasi kamtibmas aman dan kondusif.
"Kami pesan, serikat buruh agar tidak dimanfaatkan oleh kepentingan kelompok," tandasnya.(crz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/buruh-dan-pengusaha-harus-profesional-54757.jpg)