Tim Resmob Polres Amankan Pelaku Perampasan Mobil

Team Resmob Polres Minahasa yang dipimpin oleh ka Team Aiptu Rony Wentuk dalam waktu singkat berhasil mengamankan tersangka kasus perampasan satu unit

Tim Resmob Polres Amankan Pelaku Perampasan Mobil
IST
Tim Resmob Polres Amankan Pelaku Perampasan Mobil 

Tim Resmob Polres Amankan Pelaku Perampasan Mobil

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Team Resmob Polres Minahasa yang dipimpin oleh ka Team Aiptu Rony Wentuk dalam waktu singkat berhasil mengamankan tersangka kasus perampasan satu unit mobil xenia warna silver DB 1057 CL, Senin (29/4/2019).

Kejadian perampasan yang terjadi pada Kamis (25/4/2019) ini, akhirnya Tim Resmob dapat membekuk terduga perampasan tepat di depan rumah makan Teras Kelurahan Roong Kecamatan Tondano Barat.

Baca: Video Pramugari Peragakan Pasang Kondom, Lucunya Reaksi Penumpang

Tim berhasil mengamankan 2 tersangka Am alias kowang (21) dan NW alias Gareng (30) di rumah AM  kelurahan Tuutu Tondano Barat tanpa ada perlawanan.

Selanjutnya tim Resmob langsung melakukan pengejaran lagi terhadap dua tersangka lainnya Au (32) dan JD (37) yang kemudian menyerahkan diri kepada Team Resmob.

Di ketahui barang bukti (babuk) berupa kendaraan roda 4 Daihatsu xenia sudah berada di pelabuhan Bitung yang rencananya akan dikirim oleh para pelaku ke makasar.

Mendengar keterangan tersangka, tim Resmob lanngsung segera menuju kota Bitung dengan membawa salah satu tersangka AU, setelah sampai di Kota Bitung kendaraan langsung dibatalkan pengirimannya dan di bawa ke mako Polres Minahasa untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu salah satu tersangka CW alias Gayus yang sempat melarikan diri, dalam waktu singkat berhasil diamankan lagi oleh Tim Resmob Polres Minahasa.

Kapolres Minahasa AKBP. Denny I. Situmorang S.Ik, melalui Kanit Reskrim Polres Minahasa AKP Muhamad Fadly, S.Sik, ketika di konfirmasi mengatakan, saat mereka merampas kendaraan R4 tersebut mereka hanya berdasarkan surat perintah dari Finance.

”Mereka kerja cuma dengan dasar surat perintah dari finance tanpa di lengkapi sertifikat fidusia tanpa ada penetapan penyitaan dari pengadilan dan tanpa pendampingan dari pihak yang berwenang,” jelas Kasat Reskrim Fadly.

Baca: Kisah Polwan Cantik Doyan Cari Hiburan Malam dengan Baju Seksi, Ada yang Buru Begal hingga Jadi PSK

Selanjutnya, para tersangka akan di kenakan pasal 368 KUHP terkait Pemerasan dan Pengancaman dengan bunyi:

1. Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.

2. Ketentutan pasal 365 ayat kedua, ketiga, dan keempat berlaku bagi kejahatan ini.

Kasat Reskrim Fadly menambahkan bahwa dengan unsur, Barang siapa, Dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain, Dengan melawan hukum, Memaksa orang dengan kekerasan atau ancaman supaya memberikan sesuatu, Atau Membuat maupun menghapuskan piutang.

Untuk diketahui, ke Lima tersangka berprofesi sebagai depkolektor dari PT Lesto yang bekerja sama dengan Finance First.

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved