Ratusan Mahasiswa Hukum dan Fisip Unsrat Manado, Gelar Deklarasi Kebangsaan Pasca Pemilu 2019

Seratusan mahasiswa fakultas hukum dan Fisip jurusan ilmu pemerintah, Unsrat Manado melaksanakan cara deklarasi Merawat Kabangsaan Pasca Pemungutan

Ratusan Mahasiswa Hukum dan Fisip Unsrat Manado, Gelar Deklarasi Kebangsaan Pasca Pemilu 2019
tribun manado/christian wayongkere
Deklarasi yang dilaksanakan ratusan mahasiswa fakultas Hukum dan Fisip Unsrat usai acara Seminar Nasional Merawat Kebangsaan Pasca Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Aula Fakultas Hukum 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Seratusan mahasiswa fakultas hukum dan Fisip jurusan ilmu pemerintah, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado melaksanakan cara deklarasi 'Merawat Kabangsaan Pasca Pemungutan Suara Pemilu 2019', di aula fakultas Hukum Unsrat, Senin (29/4/2019).

Baca: Kisah Polwan Cantik Doyan Cari Hiburan Malam dengan Baju Seksi, Ada yang Buru Begal hingga Jadi PSK

Deklarasi ini dilaksanakan usai mengikuti Seminar Nasional 'Merawat Kebangsaan Pasca Pemunutan Suara Pemilu 2019', menghadirkan Keynote Speaker Ramlan Suparmin tenaga ahli Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan umum (DKPP), ketua Bawaslu Provinsi Sulut Herwyn Malonda dan komisioner KPU Sulut Salman Sailangi Divisi SDM dan partisipasi masyarakat serta dipandu oleh Ferry Daud Liando Ketua jurusan Ilmu pemerintah Fisip Unsrat.

Mengawali deklarasi dua perwakilan mahasiswa Maria Wola Ketua Lembaga Advokasi Mahasiswa (LAM) Fakultas Hukum ‎dan Aldi Sumangando ketua himpunan Mahasiswa jurusan pemerintahan Fisip Unsrat meneriakan Ikrar Sumpah Pemuda diikuti seluruh mahasiswa, Dekan fakultas hukum (FH) Unsrat Dr Flora Kalalo SH MH, wakil dekan 3 Bidang Kemahasiswaan FH Unsrat Toar Palilingan dan tiga orang pembicara serta moderator.

Setelah Ikrar dilanjutkan dengan menyanyi lagu Bagimu Negeri. Adapun isi dari deklarasi adalah 'dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, mendeklarasikan Jangan Porak Porandakan Indonesia hanya Karena Perbedaan pilihan dalam Pemilu'

"Ini adalah satu semangat kebangsaan, untuk pemilu hanya 5 tahun sekali sedangkan bangsa Indonesia sudah ada hampir 80 tahun merdeka dan hampir satu abad berjuang bersama merajut negeri," tutur Flora Kalalo dekan Fakultas Hukum Unsrat Manado.

Dalam perjuangan meraih kemerdekaan bukanlah satu hal yang luar biasa, melainkan hal yang luar biasa, perjuangan heroik. Jangan hanya karena masalah kepemimpinan elit politik kita harus terpecah belah dengan kepentingan masing-masing.

Baca: Kisah Pramugari Puaskan Nafsu Pilot & Penumpang, Terungkap Harga 1 Menit Seks Tak Sampai Rp 100 Ribu

Hanya hitungan 1 hari mencoblos kita harus alamai situasi saling menjelekkan, mengutuk, menghina.

Berharap boleh kembali menjalin silaturahmi, persaudaraan dalam satu bangsa seperti dulu hanya dengan bambu runcing dan semangat kebangsaan muncul Djong Java, celebes dan lainnya merebut kemerdekaan.

"Saya apresiasi dengan mahasiswa Lembaga Advokasi Mahasiswa (LAM) FH Unsrat dalam mengagas melakukan kegiatan seperti ini, berpikir maju kedepan dengan koordinasi wakil dekan bidang kemahasiswaan bagaimana menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) semoga bisa menjadi acuan bagi pemuda seluruh Indonesia pertahankan kebersamaan, kebangsaan dan mencintai NKRI," tegasnya.

Toar Palilingan wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan dan alumni fakultas Hukum Unsrat Manado menambahkan, untuk deklarasi yang diawali dengan pekikan Sumpah Pemuda sebagai upaya mengingatkan kembali terhadap nilai-nilai yang telah diletakkan para pendahulu, pejuang pergerakan, founding father bahwa persatuan dan kesatuan itu adalah bagian dari keberadaan bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia.

"Harus kita pelihara itu nilai-nilai sejarah yang sangat dan masih relevan. NKRI tidak berubah dengan keberagaman dulu hingga kini, jangan karena polarisasi yang terbangun pada masa-masa kampanye dan kontestasi yang terpola selama sekitar delapan bulan di Pemilu 2019, saling berhadap Head to Head terbanya dengan perasaan," kata Toar.

Dia mengajak saat ini kita sudah selesai, marilah kita kembali ke aktifitas masing-masing, lupakan perbedaan bergandengan tangan, jadikan kekuatan bangsa yang semakin diperhitungkan di masyarakat Internasional tetap dipertahankan untuk mewujudkan tujuan Nasional masyarakat yang adil dan makmur.

"Kalau kita berbeda dan masih terkotak-kotak ditengah tantangan semakin sulit, butuh energi yang luar biasa menghadapi itu, kita harus bersatu dan tanggung jawab bersama. Dan dari Sulawesi Utara civitas akademika unsrat Manado coba mulai sekaligus gaungkan dan serukan ke sesama anak bangsa, betapa pentingnya nilai yang sudah ditanamkan para pendahulu modal kekuatan besar karena bangsa ini luar biasa, beragal lahirkan nilai kesatuan dan persatuan dalam perbedaan," kata dia.

Baca: Wah! Tamu Undangan di Resepsi Syahrini dan Reino Ternyata Tak Boleh Pakai Baju Warna Ini

Dr Ferri Daud Liando moderator dalam seminar nasional merawat kebangsaan Pasca pemungutan suara Pemilu 2019, berharap deklarasi seperti yang dilakukan mahasiswa Unsrat Manado bias keseluruh NKRI.

"Ini sangat positif, untuk mempersatuan perbedaan ditengah masyarakat atas pilihan dalam Pemilu 2019. Dengan persatuan negara aman, damai dan masyarakat sejahtera," terang Liando.(christianwayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved