Mimpi Owen Jadi Pelaut Pupus

Dalam perjalanan ambulans ke RSUP Kandou Malalayang dari RS Budi Mulia Bitung,Marco Owen Siby berjanji kepada mamanya akan terus berjuang melawan maut

Mimpi Owen Jadi Pelaut Pupus
IST
Marco Owen Siby semasa hidup

Mimpi Owen Jadi Pelaut Pupus

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Dalam perjalanan ambulans ke RSUP Kandou Malalayang dari RS Budi Mulia Bitung, Marco Owen Siby (18) berjanji kepada mamanya akan terus berjuang melawan maut.

"Dia bilang ke saya, mama Owen mau berusaha, Owen masih mau sekolah pelayaran," ujar Nancy Simpuru. Nancy pun pada saat itu terus menyemangati Owen.

Baca: Kisah Polwan Cantik Doyan Cari Hiburan Malam dengan Baju Seksi, Ada yang Buru Begal hingga Jadi PSK

"Saya bilang ke dia, mama, papa juga sangat ini kalau kakak sekolah jadi pelaut. Berdoa minta sama Tuhan. Selama perjalanan di ambulans itu dia terus berdoa," kenangnya.

Semenjak kejadian pada Minggu subuh, hingga Owen di RSUP Kandou Malalayang, Owen masih sadar dan masih berkomunikasi. Owen meminta ibunya untuk tak meninggalkannya. Nancy pun terus berada di samping Owen.

Owen sebenarnya bercita-cita menjadi pelaut. Ia sudah pernah mengikuti tes sekolah pelayaran di Amurang, Minahasa Selatan tapi belum lolos. Ia pun akan ikut tes lagi pada Mei mendatang.

Baca: Kisah Pramugari Puaskan Nafsu Pilot & Penumpang, Terungkap Harga 1 Menit Seks Tak Sampai Rp 100 Ribu

"Badannya bagus. Dia ingin jadi pelaut. Saat-saat ini sebenarnya persiapan mau cek ke Amurang lagi. Karena pendaftaran buka bulan Mei. Tapi yah apa boleh buat," ujarnya.

Marco Owen Siby (18) warga Madidir Unet, Kecamatan Madidir harus meregang nyawa, Minggu (28/4/2019). Ia yang hendak melerai perkelahian temannya Juan Humena (19) dengan orang tak dikenal, malah kena tikam di dada bagian kiri bawah.

Akibat dari tikaman tersebut kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Budi Mulia, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Malalayang. Namun sayang korban Owen pada hari Minggu (28/4/2019) pukul 11.00 Wita meninggal dunia. Sementara Juan masih dalam perawatan tim medis.

Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Edy Kusniadi mengatakan pelaku berinisial CM alias Christofel (16) warga Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung dan BC alias Brandon (22) warga Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung.

Baca: Tanggapi Siap Presiden Versi Adian CS, Fadli Zon: Pemerintahannya Memang Dagelan

Tim menangkap Brandon di lorong tower Aertembaga pada hari Minggu (28/4/2019) pukul 15.00 Wita. Dan pelaku Christofel di Aertembaga pukul 18.00 Wita. Keduanya saat ini sudah di Mapolresta Bitung. (fin)

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved