Breaking News:

Lifestyle

Menangis Karena Putus Cinta Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Para ilmuwan telah menemukan bahwa air mata emosional mengandung hormon yang meningkatkan kadar kortisol, antara lain prolaktin, leu-enkephalin,

popbela.com
Ilustrasi 

Hormon ini mampu membantu kita melawan apa pun yang menegangkan.

Saat orang memilih untuk menahan emosi dan frustasi, tubuh akan berpikir kalau kita udah menggunakan sejumlah kalori untuk mengatasi stres dan kita perlu mengisinya, bahkan saat kita enggak sedang mengeluarkan emosi secara frontal.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa air mata emosional mengandung hormon yang meningkatkan kadar kortisol, antara lain prolaktin, leu-enkephalin, dan adrenokortikotropin (ACTH).

Semua hormon di atas diproduksi ketika kita berada di bawah banyak tekanan.

Ketika kita enggak menekan emosi kita dan menangis, hormon-hormon ini dilepaskan dan kadar kortisol jadi berkurang.

Akibatnya, tubuh kita mendapat sinyal bahwa kita enggak harus mempertahankan lemak karena situasi yang penuh tekanan udah berakhir.

Setelah kita selesai menangis, apakah merasa lapar atau capek?

Kalau iya, maka memang seperti itu siklusnya!

Kita menangis dan berat badan menurun, menjadi lapar atau lelah, lalu jadi pengin makan terus, dan terakhir tidur.

Hanya saja, para ilmuwan memberi catatan bahwa itu semua tergantung di mana hormon stres akhirnya berada, bisa di dalam atau di luar tubuh kita.

Halaman
123
Editor: Yeshinta Sumampouw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved