Korban Penganiayaan Sapri Paputungan Dikenal Sangat Ramah, Tulang Punggung Keluarga Itu Telah Tiada

Sapri Paputungan (23) warga Molinow Kotamobagu Barat kemudian dikuburkan Minggu (29/4/2019) pagi

Korban Penganiayaan Sapri Paputungan Dikenal Sangat Ramah, Tulang Punggung Keluarga Itu Telah Tiada
Istimewa
Istimewa/Fb Sapri Apink Paputungan 

Korban Penganiayaan Sapri Paputungan Dikenal Sangat Ramah, Tulang Punggung Kelurga Itu Telah Tiada

TRIBUNMANAD.CO.ID, KOTAMOBAGU - Ditemukan tak bernyawa di Lorong Gelap ke arah Kuburan di Kelurahan Molinow Kecamatan Kotamobagu Barat tengah malam, Sapri Paputungan (23) warga Molinow Kotamobagu Barat kemudian dikuburkan Minggu (29/4/2019) pagi.

"Almarhum telah dikuburkan pada kemarin Minggu Pukul 09.00 Wita," ujar Lurah Molinow Selvia Van Gobel kepada Tribun Manado, Senin (29/04/2019).

Lanjut Selvia, Sapri adalah pemuda yang sangat baik.

"Orangnya sangat ramah kepada orangtua. Tidak pernah terdengar dia berbuat onar atau nakal di kampung," ujar lurah.

Lurah mengatakan setahu dia, Sapri tidak pernah ada masalah.
"Dia adalah tulang punggung keluarga. Ayahnya sudah meninggal dunia. Hanya ada ibunya," ujar lurah.

Baca: Ini Kronologi dan Motif Penganiayaan yang Menyebabkan Sapri Paputungan Tewas

Baca: Polisi Ringkus Pelaku Penikaman Sapri, Mayatnya Ditemukan di Jalan Pekuburan

Seperti diberitakan tribunmanado.co.id, pada Minggu (28/04/2019) Pukul 00.30 Wita di Jalan Jurusan Kuburan Umum Kelurahan Molinow ditemukan mayat lelaki dengan identitas bernama Sapri Paputungan (23), warga Molinow Kotamobagu Barat.

"Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan. Kronologinya yaitu
pada Sabtu 27 April 2019 tengah malam korban melewati Jalan Kuburan Umum.

Korban kemudian diadang oleh orang yang tidak dikenal dan mengejarnya. Ketika korban melarikan diri menggunakan sepeda motor dia kemudian terjatuh," ujar kapolsek.

Tersangka Penganiayaan dan Pembunuhan di Kotamobagu
Tersangka Penganiayaan dan Pembunuhan di Kotamobagu (Istimewa)

Pada saat jatuh itu korban dianiaya dan ditikam. Korban sempat lari sekitar 100 meter untuk menyelamatkan diri. Tetapi karena banyak darah yang keluar akibat luka tusuk pada bagian belàkang kiri, korban pun tidak dapat menyelamatkan diri dan meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Halaman
12
Penulis: Handhika Dawangi
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved