Kriminal Regional

KRONOLOGI 7 Polisi Gadungan Gerebek Sejoli Gay, Berbekal Ini, Uang Puluhan Juta Dikantongi Mereka

Kronologi kasus tujuh polisi gadungan gerebek pasangan sesama jenis hingga beri uang damai jutaan rupiah, terungkap usai pelakunya ditangkap

KRONOLOGI 7 Polisi Gadungan Gerebek Sejoli Gay, Berbekal Ini, Uang Puluhan Juta Dikantongi Mereka
IST
ilustrasi Polisi gadungan 

Selanjutnya, komunikasi dilanjutkan dengan WhatsApp (WA) hingga keduanya bisa video call.

"Jadi pacarannya via medsos, terus pernah ketemu hanya sekali yaitu Sabtu (16/3/2019) di salah satu tempat di Kecamatan Bangilan, setelah itu tidak pernah ketemu," Ujar Kasat Reskrim saat memeriksa pelaku, Jumat (22/3/2019).

Mustijat melanjutkan, dari hubungan melalui WhatsApp tersebut keduanya sering video call.

Namun, seiring berjalannya waktu pelaku ini mengetahui jika korban ternyata sudah punya pacar.

Akhirnya pelaku kecewa dan marah, hingga menyebarkan foto tanpa busana video call korban dengan pacarnya yang dia dapat dari HP IM.

"Pelaku mendapat foto tanpa busana berupa screenshot video call antara IM dengan pacarnya.

Foto itu disebar kepada dua teman korban pada 19 Maret," ujarnya.

Sementara itu, pelaku Kusairi saat diperiksa memang tak menampik jika dia mengaku sebagai polisi.

Dia meyakinkan pacarnya dengan mengirim gambar seragam polisi tanpa dipakainya.

"Ya saya mengaku sebagai polisi, saya menyebar foto karena kecewa," ucapnya singkat sambil tertunduk malu.

Akibat perbuatan yang dilakukan, pelaku dijerat pasal 27 ayat 1 dan 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Para Anggota Polisi yang Gugur saat jalankan Tugas Negara Pemilu 2019
Para Anggota Polisi yang Gugur saat jalankan Tugas Negara Pemilu 2019 (Instagram/@divisihumaspolri)

Polisi Gadungan Menipu Guru di Madiun

Seorang pria asal Desa Sirapan, Kecamatan/Kabupaten Madiun bernama Joshua (27), menyaru menjadi anggota Polres Pacitan dan menipu seorang guru berinisial DA (44), warga Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Berbekal rayuan maut, Joshua yang mengaku sebagai anggota satuan Intel Polres Pacitan ini berhasil memperdaya DA. Joshua membawa kartu ATM milik korban dan menguras habis saldo di dalamnya sekitar Rp84 juta. 

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono menuturkan, pertemuan pelaku dengan korban dimulai di sebuah warung kopi. Pada sekitar April 2016, tersangka sedang minum kopi di warung depan SMK PGRI Mejayan.

Saat itu ada seorang guru yang mengajar di SMK PGRI Mejayan. Kemudian tersangka bertanya kepada guru tersebut, apakah ada guru yang ingin mencari jodoh?

Kemudian guru tersebut memperkenalkan tersangka dengan korban.

Saat itu korban, juga sedang mencari jodoh. Pada sore harinya, tersangka datang ke rumah korban untuk menemui orangtua korban. Kepada orangtua korban, tersangka mengaku bernama Yuda Fajar bekerja sebagai polisi bagian Intel di Polres Pacitan dan menyatakan ingin menikahi DA.

Korban akhrinya merasa yakin dan percaya kepada tersangka. Korban bahkan memberikan kartu ATM BRI miliknya kepada tersangka.

"Selama April 2016 hingga Juni 2016 tersangka selalu meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan. Di antaranya untuk berobat, biaya sekolah di Bandung, dan untuk biaya persiapan pernikahan tersangka dan korban," kata Ruruh.

Sesuai dengan print out rekening koran pada April 2016 tersangka mengambil uang pada tabungan korban sebesar Rp. 20.550.000 pada Mei 2016 total sebesar Rp. 44.000.000 dan pada Juni 2016 total sebesar Rp. 11.698.000.

Selain itu, korban juga memberikan uang secara tunai sebesar Rp 9.000.000. Tersangka juga meminjam laptop korban seharga Rp. 6.000.000.

"Total kerugian korban, sekitar Rp 84 juta," katanya.

Hingga akhirnya, korban merasa curiga terhadap tersangka. Korban kemudian mencoba mencari tahu siapa tersangka dengan menanyakan kepada tetangga teman korban yang berdinas di bagian Keuangan Polres Pacitan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tidak ada anggota Polres Pacitan yang bernama Yuda Fajar.
Aksi pun terbongkar, korban kemudian melaporkan Joshua ke Polres Madiun. Tersangka akhirnya ditangkap di rumahnya pada Rabu (21/11/2018).

Hasil pengembangan penyidikan, lanjut Ruruh, pria bujang itu sebelumnya sudah memperdayai dua perempuan lainnya dengan modus yang sama. Namun, baru DA dan satu korban lagi yang melapor kepada polisi.

Dua perempuan yang tidak disebutkan identitasnya ini diperas uangnya hingga sekitat Rp 40 juta. Akibat perbutannya, pelaku dijerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

*Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Polisi Gadungan Ini Peras Pasangan Sesama Jenis yang Sedang Berkencan, Lupa Korbannya Sudah Berapa

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul KRONOLOGI 7 Polisi Gadungan Menggerebek Sejoli Sesama Jenis, di Akhir Malah Minta Uang Damai, 

Tonton dan subscribe:

Follow Instagram Tribun Manado:

Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved