Kriminal Regional

KRONOLOGI 7 Polisi Gadungan Gerebek Sejoli Gay, Berbekal Ini, Uang Puluhan Juta Dikantongi Mereka

Kronologi kasus tujuh polisi gadungan gerebek pasangan sesama jenis hingga beri uang damai jutaan rupiah, terungkap usai pelakunya ditangkap

KRONOLOGI 7 Polisi Gadungan Gerebek Sejoli Gay, Berbekal Ini, Uang Puluhan Juta Dikantongi Mereka
IST
ilustrasi Polisi gadungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berbekal baju polisi, tujuh orang polisi gadungan ini berhasil memeras pasangan sesama jenis.

Kronologi kasus tujuh polisi gadungan gerebek pasangan sesama jenis hingga beri uang damai jutaan rupiah, terungkap usai pelakunya ditangkap di Jalan Lapangan RT 04/15, Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (26/4/2019) malam.

Dilansir dari Warta Kota dalam artikel 'Polisi Gadungan Ini Peras Pasangan Sesama Jenis yang Sedang Berkencan, Lupa Korbannya Sudah Berapa', tersangka yang bernama Yuda Eka Pranata (26) itu ditangkap tanpa perlawanan.

 
Menurut Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan, tersangka bermodalkan pakaian dinas Provos Polda Metro Jaya untuk melakukan penipuan hingga pemerasanterhadap korban.

Yuda bersama enam rekannya yang lain menyisir sejumlah indekos untuk melakukan penggerebekan praktik asusila layaknya petugas.

“Setelah menggerebek, pelaku kemudian mengintimidasi korban dari kalangan gay yang sedang berduaan di kamar sewaan, untuk kemudian diperas dengan alasan uang damai,” kata Erna, Sabtu (27/4/2019).'

Menurut dia, para korban yang takut gertakan pelaku yang akan membawa mereka ke kantor polisi, lantas memberikan uang damai.

Baca: Masalah Sepele Berujung Maut, Polisi Ungkap Motif Pelaku Pembunuhan Kades yang Mencari Sinyal

Baca: BREAKING NEWS Video Mobil Masuk Jurang Turunan Desa Senduk: Oto Sonda Dapa Lia karena Jurang Dolong

Baca: Viral Pria di Manado Ngadu Ditembak 7 Kali oleh Polisi dan Sebut si Oknum Masih Berkeliaran Bebas

Besaran uang damai bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu sampai jutaan rupiah, tergantung kemampuan finansial korban.

“Kalau korban tidak punya uang seperti yang diminta pelaku, akan terjadi negosiasi harga sampai disepakati. Uang itu langsung dibayar tunai di lokasi,” ungkap Erna.

Kepada penyidik, tersangka mengaku bersama keenam rekannya telah melakukan aksi serupa berbulan-bulan.

Halaman
1234
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved