Pilpres 2019

Kekuatan Partai, Pengamat: Jokowi-Amin Sudah Kuat di Parlemen Tanpa Tambahan Koalisi Parpol Lain

Menurut Pengamat tanpa koalisi Partai Amanat Nasional (PAN) atau pertai lainnya, Jokowi tetap kuat.

Kekuatan Partai, Pengamat: Jokowi-Amin Sudah Kuat di Parlemen Tanpa Tambahan Koalisi Parpol Lain
TRIBUNNEWS.COM
Presiden Jokowi dan Ketum PAN Zulkifli Hasan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tanpa bergabungnya partai politik dari koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kekuatan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) cukup kuat untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin di periode 2019-2024. Termasuk terkait Partai Amanat Nasional (PAN).

Demikian menurut Pengamat Politik, Leo Agustino, kepada Tribunnews.com, Minggu (28/4/2019). 

"Kalau dikaitkan dengan penguatan pemerintah di lembaga parlemen, saya pikir, tanpa PAN pun pemerintah sudah kuat," ujar Leo Agustino.

"Oleh karena itu, tidak ada signifikansinya mereka dalam koalisi 01. Walau pemerintah perlu juga memperkuat hingga mereka merasa aman," tambahnya.

Selain itu dia menjelaskan, kendati sistem politik di negeri ini bukan sistem parlementer, tapi bangsa ini masih butuh lembaga pengontrol seperti legislatif yang kritis.

Baca: Gerakan Emak-emak Menangkan Prabowo-Sandi sebagai Paslon Terpilih Pilpres 2019

Dan kalau PAN bergabung, maka dia menilai, akan sulit mengharapkan parlemen yang kritis dan mempunyai fungsi pengawasan yang kuat bagi pemerintah di periode kedua nantinya.

"Meski begitu, bukan berarti saya tidak setuju PAN bergabung dalam koalisi 01. Asalkan mereka, PAN dan partai politik lainnya bisa memainkan peran controlling, saya setuju saja mereka bergabung. Tapi masalahnya, tidak ada yang menjamin mereka akan berfungsi seperti yang diharapkan," jelasnya.

Di luar itu semua, dia menegaskan, sanagt dibutuhkan parlemen yang kritis terhadap pemerintahan karena mereka menjadi kontrol dan penyeimbang jalannya pemerintahan.

"Kita berharap, baik pemerintah maupun parlemen, dapat menjalankan peran dan fungsinya sesuai dengan logika bernegara yang demokratik," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Partai Amanat Nasional (PAN) Yasin Kara mengakui pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo bisa membuka peluang partainya bergabung kembali dengan kubu capres petahana.

"Membuka diri, kita tetap membuka diri. PAN partai paling rasional yang pernah ada. Bisa bergabung (ke Jokowi) bisa tidak," kata Yasin di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Menurut Yasin, arah koalisi PAN ke depan akan tergantung dengan evaluasi internal pasca pemilu 2019 usai.

Jika dalam evaluasi tersebut PAN dinilai sudah cocok bersama koalisi parpol pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, maka PAN akan mempertahankan posisinya.

Namun, jika posisi PAN dinilai sudah tidak cocok disana, maka bisa jadi PAN kembali mengalihkan dukungan dan bergabung dengan koalisi Jokowi.(*)

Baca: Disebut Wapres, KH Maruf Amin: Belum Mau, Ini Alasannya!

Baca: Fadli Zon: BPN Maupun Masyarakyat Temui Kecurangan Pemilu 2019, Demokrasi Diobarak-abrik

Tautan: http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/04/28/pengamat-tanpa-pan-kekuatan-partai-koalisi-jokowi-amin-sudah-kuat-di-parlemen.

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved