ICW Catat, 158 Perangkat Desa Terjerat Korupsi Tahun 2018: Ini akan Kami Identifikasi

Indonesia Corruption Watch mencatat ada 158 perangkat desa yang terjerat kasus korupsi pada tahun 2018.

ICW Catat, 158 Perangkat Desa Terjerat Korupsi Tahun 2018: Ini akan Kami Identifikasi
google
Ilustrasi Perangkat Desa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat ada 158 perangkat desa yang terjerat kasus korupsi pada tahun 2018.

Peneliti ICW, Lalola Easter, mengatakan banyaknya jumlah terdakwa kasus korupsi dari perangkat desa berkaitan dengan 'dana desa'.

 
Untuk diketahui, pemerintah mengalokasikan Dana Desa melalui UU Nomor 6 Tahun 2014, dimana dana itu bersumber dari APBN yang diperuntukkan bagi desa dan desa adat yang ditransfer melalui APBD kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat dan kemasyarakatan.

"Tahun 2018, peningkatan di level perangkat desa. Kalau teman-teman cari korelasinya, jelas berkaitan dengan UU Desa. Desa diberikan kewenangan untuk mengelola sendiri dana dari pemerintah pusat," ujar Lalola, di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur IV, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).

Pada tahun 2018, ICW mencatat ada 1.053 perkara tindak pidana korupsi dengan 1.162 terdakwa.

158 terdakwa atau 13,61 persen diantaranya berprofesi sebagai perangkat desa.

Dengan jumlah tersebut, kata dia, perangkat desa menempati posisi ketiga profesi yang paling banyak melakukan korupsi.

Adapun posisi pertama ditempati pejabat pemerintah provinsi/kota/kabupaten dengan 319 terdakwa atau 27,48 persen.

Posisi kedua ditempati swasta dengan 242 terdakwa atau 20,84 persen.

Lebih lanjut, Lalola mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi alasan mengapa jumlah perangkat desa yang terjerat korupsi sangatlah banyak.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved