Sinyal Petaka

Susah Sinyal Yang Berujung Maut, Kepala Desa Tewas Ditikam, Ini Kronologinya!

Korban yang motor dan ponselnya dirampok juga mengalami luka tusuk di perut karena ditikam pelaku.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Korban M Idrus Alfaruq (46), Rio Dusun Sekampil ditikam saat mencari sinyal seluler di atas bukit di perbatasan Dusun Sekampil.FA (25), dan HZ (21), pelaku pembunuhan Rio (Kepala Desa) Dusun Sekampil dibekuk aparat dari kepolisian Polres Muara Bungo, Jambi, Kamis (25/4/2019).

Jaringan selular yang kurang memadai di dusun memang sering kali memaksa warga untuk pergi ke puncak bukit di dusun itu.

Baca: Penjelasan Direktur Eksekutif Indikator Soal Berbedanya Hasil Quick Count Indikator dengan KPU

Baca: Video Masturbasi Artis, Pakar Telematika Sebut Asli hingga Jedar Akui Tahu Betul Bentuk Tubuh Pacar

"Memang benar, korban sedang mencari sinyal hp ke bukit. Setahu saya, dari keterangannya (korban, red), pelaku juga berpura-pura sedang mencari sinyal hp, lalu merampok dan menganiaya korban," ucap Camat Pelepat, Khaidir Yusuf.

Korban yang motor dan ponselnya dirampok juga mengalami luka tusuk di perut karena ditikam pelaku.

"Setelah pelaku kabur, korban meminta bantuan warga. Lalu warga segera melarikan korban kerumah sakit umum H Hanafie. Isi perut korban sempat terburai akibat luka tusuk," ujarnya.

Korban sempat dilarikan ke RSUD H Hanafie. Namun dua hari kemudian, korban meninggal dunia.

Kedua pelaku kemudian dibekuk di sebuah kafe di Jl Lintas Sumatera, tepatnya di Km 3, arah Bangko, Kecamatan Bungo Dani, Bungo, Kamis, 25 April 2019, sekitar pukul 21.00 WIB malam.

Baca: Seorang Mahasiswa Melakukan Aksi Bunuh Diri Sambil Video Call dengan Pacarnya. Ini Kronologinya!

Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morais dalam keterangan persnya menyebutkan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan keterangan para saksi dan bukti yang cukup.

Dalam penangkapan itu, kedua pelaku sempat melawan sehingga harus dilumpuhkan dengan tindakan terukur.

"Keduanya kini kita sangkakan dengan pasal 338 KUHPidana dan pasal 365 ayat (3) KUHPidana, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun," terang AKBP Januario.

TAUTAN

Editor: Gryfid Talumedun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved