Pilpres 2019

Soal Kecurangan Pemilu, Emosional, Itu Bukan 'People Power' Tapi 'People Ngamuk', Tutur Siapa?

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menanggapi masalah people powernya Amin Rais.

Soal Kecurangan Pemilu, Emosional, Itu Bukan 'People Power' Tapi 'People Ngamuk', Tutur Siapa?
tribun riau
Logo Pemilu 2019 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masalah People Power mengemuka akhir-akhir ini setelah pendiri PAN Amien Rais mengancam akan menggerakkan rakyat lewat people power jika terjadi kecurangan di Pemilu 2019.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengatakan merujuk pada teori sosial maka people power terjadi jika memenuhi unsur tertentu baik faktor obyektif dan subyektif.

Faktor obyektif terjadi jika ada kesenjangan kemiskinan yang begitu lebar, pemerintahan korupsi, pembungkaman kebebasan berpendapat, dan otoriter penguasa.

"Dan itu pun masih belum cukup sebab kadang-kadang ditambah lagi faktor eksternal, adanya kondisi krisis ekonomi," kata Karyono dalam diskusi di Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Karyono Wibowo
Karyono Wibowo (google/LensaIndonesia.com)

Baca: Berbeda dengan Prabowo, Sandi Siap Bertemu Maruf untuk Tuntaskan Harapan Lama

Sementara faktor subjektif, menurut dia, yakni munculnya aktor-aktor yang dipercaya masyarakat untuk melakukan perubahan.

"Sehingga kalau syarat itu dipenuhi maka gerakan massa yang disebut dengan people power akan terjadi," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menilai tidak tepat jika terjadi gerakan massa yang kecewa dengan hasil pemilihan umum lalu dinamakan people power.

"Itu bukan people power. Itu people ngamuk. Emosional," kata Karyono.

Wacana people power sebelumnya diutarakan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, ktia enggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Enggak ada gunanya, tapi kita pilih people power, karena itu sah," ujar Amin Rais, Minggu (31/3/2019) lalu.

Baca: Pemilu Seharusnya Tak Membawa Pilu Bagi Bangsa Indonesia

Halaman
12
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved