Video Mesum

Penyebar Video Mesum ABG Bali Diancam Pidana 6 Tahun Penjara dan Denda 10 Miliar

Untuk mengetahui kebenarannya, Tribun Bali mencoba mengonfirmasi Kasubdit V Siber Crime Polda Bali Kompol I Gusti Ayu Suinaci.

Penyebar Video Mesum ABG Bali Diancam Pidana 6 Tahun Penjara dan Denda 10 Miliar
theworldnews
Ilustrasi video mesum 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasubdit V Siber Crime Polda Bali Kompol I Gusti Ayu Suinaci mengimbau agar penyebaran video mesum dua ABG bali segera dihentikan dan dihapus apabila mendapat video tersebut,

Suinaci menjelaskan, siapa pun yang menyebarkan ataupun mentransmisikan bakal terjerat UU ITE no 11 tahun 2008

"Meskipun menyebarkan ke teman, itu sama dengan menstransmisikan. Kan bunyi undang-undangnya seperti itu undang-undang ITE no 11 2008 yang sudah direvisi dengan undang-undang no 19 tahun 2016 ancamannya 6 tahun denda Rp 10 miliar sama juga dengan UU pornografi jikalau memang dia menyimpan dan menyebarkan video itu.

"Karena perbuatan tersebut sudah diatur dalam undang-undang. Jadi saya berharap dan mengimbau kepada masyarakat ketika sampai kepada siapa saja, langsung stop dan langsung hapus. Gak usah disimpan, gak usah dishare lagi. Bagi mereka yang menshare, mendistribusikan, mentransmisikan itu sudah diatur dalam UU ITE no 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar," terangnya sebagaimana yang dilansir dari Tribun Bali (grup Tribun Manado)

Pihaknya mengakui sudah ada ratusan link bahkan lebih yang terdiri atas link website juga medsos yang sudah ditake-down oleh Siber Crime Ditreskrimsus Polda Bali.

"Ini semua yang sudah saya take down (menunjukkan ratusan) link yang telah ditake-down (diputuskan penyebarannya). Ada ratusan ini link website maupun medsos yang sudah kita take down. Itu informasi take down yang masuk ke saya saja belum yang lainnya.

"Untuk persebaran di WhatsApp sendiri, nah itukan private yah, yang jelas kita kan tidak mungkin memeriksa satu persatu handphonenya masyarakat, yang jelas saya mengimbau kepada masyarakat yang menerima share secara pribadi, bentuk WhatsApp, apalah itu, mohon dengan sangat hormat mari kita hapus sama-sama karena saya bilang itu melanggar aturan," akunya, sembari mengimbau.

Dia menegaskan pula hingga hari ini pihaknya hanya bisa men-take down link-link yang memviralkan video tersebut.

Selain itu, dia juga menekankan bahwa akun-akun Medsos yang menyebarkan bisa dijerat hukum juga.

"Bisa dijerat juga, kalau memang pemilik akun tersebut jelas. Cuma kadang-kadang akun itu abal-abal. Videonya bisa kita hapus. Tapi untuk mendapatkan pelaku dengan nama akun abal-abal itu sulit juga," imbuhnya melalui tribun-bali.com, Kamis (25/4/2019) sore tadi.

Halaman
123
Penulis: Reporter Online
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved