Breaking News:

Pengebom Pegang Cucu Saya Lalu Ledakkan Diri, Korban Tewas 310 Orang di Sri Lanka

Jumlah korban jiwa akibat teror biadap yang meledakkan bom di delapan lokasi di Sri Langka, Minggu lalu, bertambah menjadi 310 orang.

AP
Petugas kepolisian Sri Lanka nampak tengah sibuk membuka jalan untuk ambulans. 

Organisasi kepolisian internasional, Interpol, telah mengirim tim investigasi ke Sri Lanka untuk membantu pemerintah setempat mengungkap kasus serangan bom yang menewaskan hampir 300 orang. Dilansir AFP, Interpol telah mengirim Tim Respon Insiden (IRT) atas permintaan otoritas Sri Lanka.

Tim yang dikirim akan meliputi petugas spesialis dengan keahlian pemeriksaan TKP, ahli bahan peledak, kontra-teror, dan identifikasi korban. "Bahkan jika diperlukan, petugas tambahan dengan keahlian lain, seperti digital forensik, biometrik, serta analisis foto dan video akan siap dikirimkan untuk membantu tim di lapangan," kata pernyataan Interpol.

Sekretaris Jenderal Interpol Juergen Stock, mengatakan organisasi itu akan siap memberikan dukungan apa pun yang diperlukan pemerintah Sri Lanka dalam mengungkap kasus serangan bom pada Minggu (21/4/2019) itu.

"Informasi untuk membantu mengidentifikasi orang-orang yang terkait dengan serangan dapat datang dari mana saja di dunia, di mana jaringan global dan basis data Interpol akan menjadi sangat penting, terutama bagi para petugas di lapangan," ujar Interpol. (tribun network/dit/rin/kompas.com)

Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved