8 Fakta di Balik Meninggal Ketua PPS Feny Assa: Kepsek yang Suka Bercanda hingga tak Tidur 3 Hari

Berikut fakta di balik meninggal seorang penyelenggara pemilu di Manado yakni Ketua PPS Pinaesaan Fenny Assa (53):

8 Fakta di Balik Meninggal Ketua PPS Feny Assa: Kepsek yang Suka Bercanda hingga tak Tidur 3 Hari
KOLASE TRIBUNMANADO/FACEBOOK NOVY LASUT/FENY LASUT
8 Fakta di Balik Meninggal Ketua PPS Feny Assa, Kepsek yang Suka Bercanda hingga tak Tidur 3 Hari 

Dia mengungkapkan sehari-hari Fenni adalah Kepala SMP YPKM.

"Suami saya selalu tekun dalam tanggungjawabnya sebagai Kepala Sekolah. Dia tidak mau diganggu kalau sedang bekerja, dia selalu fokus ketika melakukan pekerjaannya," bebernya.

Pandeirot Lapian, sepupu korban mengatakan Feny Assa adalah sosok pria yang tekun dalam pekerjaannya, dan tidak pernah melupakan keluarganya.

"Kami tidak pernah bertengkar dengan almarhum. Dia selalu menjaga kekeluargaan kami selama ini.Almarhum memiliki dua anak, yang satu ada di Manado, sementara yang satu kerja di Bali. Kami keluarga sangat kehilangan sosok lelaki yang bertanggungjawab ini. Kenangan bersamanya sungguh luar biasa," beber Pandeirot.

6. Sempat Mengantar Istri di Mantos

Meity mengatakan suaminya sebelum ke lokasi rapat pleno sempat mengantarnya ke Mantos

"Karena masih banyak pekerjaan di Wis Mamontini, lokasi pleno Kecamatan, sehingga suami saya langsung pergi ke sana, sebab dia Ketua PPS Kelurahan Pinaesaan," ungkapnya.

Beberapa saat kemudian, dirinya dapat telpon bahwa penyakit suaminya kambuh dan dibawa ke rumah sakit Pancaran Kasih Manado.

"Saya langsung ke rumah sakit, dari situ suami saya di rujuk ke rumah sakit Malalayang dengan mengalami penyakit strok ringan," ungkapnya.

Fenni Assa meninggal dunia setelah sehari dirawat di RS 

7. Kepala SMP YPKM yang Suka Bercanda

Feny Assa ternyata adalah Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPKM.

"Selain Ketua PPS di Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang, dia juga bekerja sebagai Kepala SMP YPKM," ungkap Pandeirot Lapian, sepupu Feny Assa

Katanya, Feny Assa sangat aktif di gereja, sehingga banyak yang mengenalnya dengan baik.

"Orangnya ramah dan suka bercanda. Dimata kami keluarga, dia sosok orang petarung, yang tidak mau berhenti bekerja sebelum pekerjaannya belum selesai," tambahnnya.

8. Pekerja Keras untuk Negara dan Demokrasi

Ketua KPU Sulawesi Utara (Sulut) Ardiles Mewoh sebut Feny Assa adalah sosok pekerja keras untuk Negara dan Demokrasi.

Hal itu diungkapkannya saat menyambangi rumah duka almarhum Feni Assa di Desa Sea Tumpengan, Kecamatan Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara, tepatnya di perumahan Wenwin, Senin (22/04/2019) tadi.

"Yah tentunya ini adalah sebuah duka mendalam kami sebagai penyelenggara pemilu, dan ini adalah orang-orang pekerja keras untuk negara dan demokrasi yang menyukseskan seluruh tahapan pemilu," ungkapnya.

"Tentunya kita merasa kehilangan dan turut berduka cita buat teman-teman kita yang meninggal saat ini. Untuk sementara data yang kami dapat, sudah 4 teman kami yang meninggal di Sulut. Satunya di Kabupaten Talaud KPPS, tiga di Manado KPPS dan Ketua PPS," tambahnya.

Follow juga akun instagram tribunmanado

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube tribunmanadoTV

Penulis: Aldi
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved