Tabungan Masyarakat Berpeluang Tumbuh Lebih Kencang

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sejumlah bank bertumbuh sepanjang kuartal pertama 2019. Realisasi tersebut masih sejalan dengan target

Tabungan Masyarakat Berpeluang Tumbuh Lebih Kencang
kompas.com
Kalau inflasi 8 persen, maka dalam 5 tahun mendatang nilai propertinya akan menjadi sekitar Rp 660 juta. Penghitungan adalah inflasi 8 % x 3 x 5 x Rp 300 juta. Artinya, nilai tabungan Anda bukann berkurang, tetapi malah terus bertambah," ujar Marcell. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sejumlah bank bertumbuh sepanjang kuartal pertama 2019. Realisasi tersebut masih sejalan dengan target tahunan mereka.

Melihat realisasi di triwulan pertama tersebut dan ditambah berbagai strategi masing-masing bank sejak awal tahun ini, penghimpunan DPK di kuartal berikutnya diperkirakan akan tumbuh lebih kencang lagi.

Hal itu senada dengan hasil survei Bank Indonesia (BI). Yakni, penghimpunan dana masyarakat kuartal II diperkirakan akan tumbuh yang tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) pertumbuhan DPK sebesar 95,4%. Lebih tinggi dibandingkan 53,1% dari hasil survei kuartal sebelumnya.   Sepanjang tahun ini, surveyiBI juga memperlihatkan bahwa DPK akan tumbuh yang tercermin dari SBT  94%, lebih tinggi dari tahun lalu.

Bank Tabungan Negara (BTN) misalnya mencatatkan DPK sebesar Rp 216 triliun pada triwulan pertama dengan rasio dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 44%.

Sementara di kuartal kedua, BTN memperkirakan pertumbuhan DPK  bisa mencapai di atas 18% (yoy). "Dalam mencapai pertumbuhan itu, BTN akan fokus dalam melakukan pemupukan low cost funding atau CASA." kata Direktur Risiko, Strategi dan Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso pada KONTAN, Kamis (18/4).

Demi mencapai target tersebut,  BTN akan meningkatkan keseimbangan rata-rata segmen massa, meningkatkan akuisisi nasabah baru di segmen emerging affluent. Selain itu juga penguatan pendanaan komersial berbasis CASA melalui pemetaan nilai tambah nasabah lembaga berbasis kerjasama  kredit pemilikan rumah (KPR).

Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga masih mampu mencatatkan pertumbuhan DPK sejalan target tahunan. Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI mengungkapkan, DPK tumbuh sekitar 12%-13%. Oleh karena itu, loan to deposit ratio (LDR)  masih terjaga bagus di bawah 92%.

Sementara DPK Bank Mayapada baru tumbuh single digit di triwulan pertama, menyesuaikan dengan rencana bisnis bank. Walaupun masih satu digit, pertumbuhan masih naik dibandingkan kuartal sama tahun lalu. Hingga pengujung tahun, bank ini menargetkan pertumbuhan DPK sekitar 9%-11%. (Dina Mirayanti Hutauruk)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved