Pemerintah Sri Lanka Umumkan Dua Pelaku Pembunuhan Bom Gereja saat Paskah, Ini Identitasnya

Andre Rosiade, menyebut penghitungan suara secara manual pilpres 2019 awalnya memang dipusatkan di kantor DPP Partai Gerindra.

Pemerintah Sri Lanka Umumkan Dua Pelaku Pembunuhan Bom Gereja saat Paskah, Ini Identitasnya
Twitter @Aashik Nazardeen
ledakan di sebuah gereja di Sri Lanka, India 

Zahran Hasyim & Abu Mohammed dua pria teroris itu juga mati. Tubuhnya hancur berkeping2 dan mati bersama puluhan anak2 yang sedang berdoa kepada Sang Pencipta Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Yang Rahman dan Yang Rahim.

Selamat jalan saudara seimanku umat Kristiani Srilanka ..Beristirahatlah dengan damai bersama Bapa di Surga.

Baca: Ahmad Dhani Dituntut 1,6 Tahun Penjara, Mulan Jameela Terdiam

VIDEO CCTV PELAKU MASUK GEREJA

Sebuah rekaman kamera pengawas ( CCTV) memperlihatkan salah satu pelaku bom bunuh diri memasuki gereja di Sri Lanka sebelum melakukan aksinya.

Diwartakan Daily Mirror Senin (22/4/2019), rekaman yang diunggah kanal televisi India itu memperlihatkan pelaku memasuki Gereja St Sebastian di Negombo.

Saat kejadian, tengah berlangsung perayaan Minggu Paskah (21/4/2019).

Pelaku yang diidentifikasi adalah pria masuk ke dalam gereja sambil memanggul tas.

Dalam CCTV yang berlokasi di luar gereja, si pelaku sempat mengusap kepala seorang bocah sebelum masuk.

Dia kemudian melewati sejumlah jemaat yang menghadiri misa di luar. Pria itu sempat menolehkan kepala seperti mempertimbangkan sesuatu sebelum melangkahkan kakinya ke dalam.

9TV selaku pihak yang menyiarkannya memberitakan, pelaku langsung meledakkan diri sesaat setelah masuk.

Rekaman CCTV tersebut sesuai dengan keterangan Dilip Fernando.

Seorang pensiunan yang lolos dari maut setelah memutuskan untuk mengikuti misa di gereja lain

Adapun keluarganya sebenarnya memutuskan tidak mengikuti Dilip dan tetap tinggal di St Sebastian.

Untungnya, mereka berada di luar sehingga tidak terdampak ledakan.

Sri Lanka langsung menerapkan darurat nasional setelah ledakan bom terjadi di delapan tempat seantero negeri.

Menewaskan 310 orang dan melukai 500 lainnya.

Polisi mengungkapkan mereka menemukan 87 detonator bom di terminal bus utama Colombo.

Jam malam yang diberlakukan untuk memberi kesempatan penegak hukum beraksi. Belum ada kelompok yang bertanggung jawab atas insiden itu.

Namun, kecurigaan diarahkan kepada kelompok ekstremis bernama National Thawheeth Jamaath (NTJ). NTJ dicurigai menyusul adanya laporan dari badan intelijen asing yang ditujukan kepada otoritas keamanan Sri Lanka, lebih dari dua pekan sebelum kejadian.

Sebanyak 40 orang dilaporkan ditangkap dengan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe berjanji bakal mengusut mengapa laporan intelijen itu tidak ditindaklanjuti.

Baca: Dilantik Gubernur Sulut, Dedi Abdul Hamid Resmi Jabat Wabub Bolsel

PELAKU BUKAN WNI

Polri mengatakan, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban maupun pelaku dalam peristiwa rentetan serangan teroris di Sri Lanka pada Minggu (21/4/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (pol) Dedi Prasetyo mengatakan, Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri hingga Kepolisian Sri Lanka perihal informasi tersebut.

"Setelah dilakukan koordinasi yang di-leading sektor Kemenlu, kemudian dengan Kepolisian RI, dan Sri Lanka, sudah mengidentifikasi seluruh pelaku dan korban," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

"Sampai dengan hari ini kita belum dapat informasi bahwa korban dan pelaku ada WNI yang terlibat," sambung dia.

Dedi sekaligus membantah kabar yang beredar bahwa salah satu pelaku teror tersebut merupakan WNI.

Ia mengatakan, pelaku yang dimaksud merupakan warga negara Sri Lanka.

"Sudah terindentifikasi dan yang bersangkutan adalah warga negara Sri Lanka, bukan WNI," ujarnya.

TONTON JUGA:

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini 2 Pelaku Bom Paskah Sri Lanka, Korban Tewas Bertambah Jadi 310 Orang, 500 Terluka

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved