Pelaku Bom Sri Lanka Tiru Pengebom Hotel JW Marriot Jakarta

Dua hotel mewah, JW Marriott dan Ritz-Carlton, di Mega Kuningan, menjadi sasaran bom pada 17 Juli 20109. Pelaku bom bunuh diri di Marriott

Pelaku Bom Sri Lanka Tiru Pengebom Hotel JW Marriot Jakarta
AP
Petugas kepolisian Sri Lanka nampak tengah sibuk membuka jalan untuk ambulans. 

Pengeboman tersebut menargetkan hotel-hotel seperti Cinnamon Grand yang populer dengan pengunjung asing, serta St Anthony's Shrine di Kolombo, yang juga sering dikunjungi oleh wisatawan.

Ambulans terparkir di depan Gereja St Anthony pasca-ledakan bom, di Kochchikade, Kolombo, Sri Lanka, Ahad, 21 April 2019. Sebanyak 138 orang lebih dilaporkan tewas dan 400 lebih terluka dalam ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka pada Minggu Paskah. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Ledakan lain dilaporkan di Gereja St Sebastian di Negombo, sebuah kota mayoritas Katolik, dan di Gereja Sion di kota Batticalo di bagian timur. Manajer Grand Cinnamon mengatakan penyerang telah check-in malam sebelumnya sebagai Mohamed Azzam Mohamed.

Pengebom itu baru saja akan dilayani ketika ia meledakkan bom yang diikat di punggungnya, membunuh dirinya sendiri dan banyak tamu.  "Ada kekacauan total. Saat itu jam 8.30 pagi dan sibuk. Dan penuh keluarga," kata manajer.

"Dia maju ke antrean paling depan dan meledakkan diri. Salah satu manajer kami yang menyambut tamu adalah di antara mereka yang tewas seketika," tambahnya.

Grand Cinnamon adalah salah satu dari empat hotel yang menjadi target pengeboman Minggu Paskah. Total ada delapan ledakan dalam teror bom di Sri Lanka, diawali enam ledakan di tiga gereja dan tiga hotel, kemudian dua ledakan di hotel dekat kebun binatang dan sebuah rumah.

Lolos dari Maut

Sementara Kieran Arasaratnam lolos dari maut. Andai saja dia tidak kembali ke kamarnya, Arasaratnam bakal menjadi salah satu korban tewas ledakan bom yang terjadi di Sri Lanka Minggu.

Arasaratnam, seorang profesor di Imperial College London Business School, tengah menginap di Hotel Shangri-La yang menjadi salah satu lokasi serangan. Kepada BBC dan Daily Mirror, Arasaratnam mengungkapkan dia kembali ke Sri Lanka sejak terakhir kali dia bertolak ke Inggris dengan status pengungsi 30 tahun silam.

Dia kembali demi membantu peluncuran sebuah lembaga sosial setempat. Arasaratnam mengaku dia tengah berada di kamar ketika mendengar suara seperti "guntur". Arasaratnam mengatakan dia bakal terkena ledakan jika saja memutuskan menunda sarapan dan kembali ke kamar karena ada barangnya yang saat itu tertinggal. Profesor berusia 41 tahun itu awalnya meninggalkan kamar sekitar pukul 08.45 dan turun untuk sarapan.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved