Pemilu 2019

Pejuang Demokrasi, Jusuf Kalla: Harus Evaluasi yang Keras, Tercatat 90 Korban Jiwa Pelaksaan Pemilu

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan pemilu serentak harus dievaluasi, terkait kenyataan yang ada karena banyaknya korban saat pesta demokrasi.

TRIBUN JABAR
Petugas KPPS melakukan penghitungan surat suara pilpres pada pelaksanaan Pemilu 2019 di TPS 16 yang terendam banjir di RT 04 RW 05, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (17/4/2019). Meski TPS, akses jalan dan rumah terendam banjir, tapi warga tetap antusias menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini. Di TPS ini, hasil penghitungan akhir pilpres dimenangkan pasangan Prabowo-Sandi dengan perolehan 117 suara, sedangkan Jokowi-Maruf memperoleh 74 suara dan 5 suara dinyatakan tidak sah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saran Jusuf Kalla dalam penyelenggaraan pemilu serentak harus dievaluasi.

Hal ini terkait banyaknya korban meninggal dunia yang kelelahan saat bertugas menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Ia mengatakan, sejak awal telah ada kekhawatirkan terkait beban kerja yang sangat berat dari seorang petugas KPPS, mengingat Pemilu 2019 merupakan pemilu yang paling rumit.

“Itulah yang kita khawatirkan sejak awal. Bahwa ini pemilu yang terumit, ternyata ada korbannya, baik di kalangan KPPS, juga di kepolisian ada korban,” kata JK di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, seusai menerima tokoh dan pimpinan ormas Islam, Senin (22/4/2019) malam.

Baca: Ketua PPS Pinaesaan Fenny Assa Meninggal, Ternyata 3 Hari tak Tidur saat Tugas di Pemilu 2019

JK pun meminta agar pilpres dan pileg ke depan penyelenggaraannya dipisah, di mana pemilihan calon anggota legislatif digelar tertutup oleh parpol.

Masyarakat, usul JK, cukup memilih partai, dan partai yang menentukan calegnya sendiri.

“Tentu harus evaluasi yang keras, Salah satu hasil evaluasi dipisahkan antara pilpres dengan pileg itu supaya bebannya jangan terlalu berat. Termasuk juga caleg-caleg itu tertutup. Pilih partai saja, sehingga tidak terjadi keruwetan menghitung,” paparnya.

Jusuf Kalla Sebut Riset Militer Berguna bagi Kemajuan Masyarakat Sipil
Jusuf Kalla Sebut Riset Militer Berguna bagi Kemajuan Masyarakat Sipil (YOUTUBE)

Sebelumnya diberitakan, ketika sorak sorai diteriakkan para pemenang pemilu sementara, duka cita menyelimuti sebagian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh pelosok Nusantara.

Tercatat, sebanyak 90 orang petugas KPPS gugur dalam tugas. Kabar duka itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.

Ia menyampaikan, para petugas KPPS meninggal saat menjalankan tugas ketika hari pencoblosan pada Rabu (17/4/2019), maupun saat penghitungan suara hingga Senin (22/4/2019) kemarin.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved