Inilah Makanan Primadona Warga Miangas di Perbatasan RI-Filipina, Seperti Keladi Namun Tak Berlendir

Setiap daerah pasti memiliki ciri khas masing-masing sebagai identitas, baik dari budaya, pakaian, ataupun makanan

Inilah Makanan Primadona Warga Miangas di Perbatasan RI-Filipina, Seperti Keladi Namun Tak Berlendir
Tribun manado / Alpen Martinus
Laluga di Miangas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MIANGAS - Setiap daerah pasti memiliki ciri khas masing-masing sebagai identitas, baik dari budaya, pakaian, ataupun makanan.

Warga yang berada di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaudm Provinsi Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Filipina ini pun punya makanan khas yang disebut Laluga.

Laluga merupakan tanaman sejenis umbi talas yang hidup di rawa atau di lahan gambut.

Rikardo Parenta satu di antara tua-tua adat di Miangas menjelaskan bahwa laluga ini merupakan makanan utama warga Miangas sejak nenek moyang.

"Tingginya bisa sampai empat meter," katanya.

Baca: Ini Hasil Pemilu Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil III di Miangas

Baca: Ini Hasil C1 Pemilu Caleg DPRD Kabupaten Talaud Dapil II di Miangas

Petani Laluga di Desa Miangas, perbatasan RI-Filipina
Petani Laluga di Desa Miangas, perbatasan RI-Filipina (TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS)

Meski beras sudah masuk di Miangas, namun Laluga masih menjadi primadona makanan warga Miangas.

Apalagi saat acara penting di Miangas, laluga tak pernah alpa terhidang di atas meja.

Makanan ini sangat cocok dipadupadankan dengan makanan apa saja, mulai yang berkuah ataupun yang kering. Pun dimakan biasa juga bisa enak.

"Rasanya manis dan seperti berkapur, dan tidak berlendir seperti keladi," katanya.

Untuk mengolahnya, kulit Laluga hanya dikupas, kemudian di belah dan direbus, setelah itu ada kulit yang harus dikupas lagi.

Halaman
123
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved