Breaking News:

Dua Legislator Dapil Bolmong Raya Curhat Merasa Dipersulit saat Reses

Dua legislator asal Dapil Bolmong Raya memanfaatkan momen itu untuk menungkapkan curahan hati (curhat) di hadapan peserta sidang.

tribun manado/ryo noor
Rasky Mokodompit dari Partai Golongan Karya (Golkar) 

"Bahkan administrasi tidak ditandatangani, baik di desa maupun di kecamatan," kata dia.

Masyarakat yang jadi konstituennya pun nampaknya agak takut hadir di reses padahal ini agenda resmi pemerintah.

Ia merasa seperti dihalang-halangi apalagi reses dilakukan jelang 17 April 2019.

Ia juga menemukan pengakuan masyarakat soal penyesatan informasi soal bantuan program yang disalurkan Pemerintah Provinsi Sulut.

"Informasi yang beredar anggaran infrastruktur di Bolmong sangat kecil cuma Rp 3 miliar," kata dia.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Persija vs Ceres Negro, Live RCTI & Metube, Tonton Sekarang!

Padahal, ia sebagai wakil rakyat sudah memperjuangkan anggaran hingga puluhan miliar

"Kita kan kawal terus anggaran sampai Rp 45 miliar, ini pelecahan lembaga kami," ujar Rasky.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengecam sikap menghalang-halangi. Jika benar demikian maka sangat disayangkan terjadi demikian di era demokrasi seperti saat ini.

"Kalau saya pribadi jika jadi anggota dewan, bagus kalau dihalang-halangi, semakin dihalang-halangi kita semakin maju, harus lebih berani," ungkap Mantan Anggota DPR RI ini. (ryo)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved